Pelatihan AI Bekali ASN Cari Regulasi Lebih Cepat dan Akurat

  • 08 Agt 2026 12:57 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Kehadiran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini bisa dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan Aparatur Sipil Negara (ASN). Bukan hanya untuk membuat teks, AI juga dapat membantu ASN mencari informasi hingga menelusuri berbagai regulasi yang dibutuhkan dalam pekerjaan.

Pemanfaatan AI menjadi salah satu materi dalam pelatihan Practical AI for Modern Governance yang digelar Jumat (7/8/2026). Pelatihan ini mengangkat tema Mastering Search: Teknik Investigasi Informasi & Regulasi Akurat Lewat Deep Search. Materi tersebut bertujuan membekali peserta dengan cara mencari informasi yang tepat di era AI, termasuk menelusuri dan memastikan sumber regulasi kepegawaian yang kredibel.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi Pusat Pengembangan SDM BKN, Microsoft Elevate, dan Alkademi. Materi disampaikan Alvan Hidayatullah, Chief of Education Alkademi, yang menjelaskan bagaimana AI, khususnya Microsoft Copilot, dapat menjadi pendamping kerja bagi ASN.

Menurutnya, AI bisa membantu ASN menyelesaikan pekerjaan yang biasanya membutuhkan waktu cukup lama, terutama saat mencari, membaca, hingga membandingkan informasi dan regulasi. Meski begitu, hasil dari AI tetap perlu dicek kembali sebelum digunakan.

Ia menjelaskan, jawaban yang diberikan AI juga sangat bergantung pada cara pengguna memberikan instruksi atau prompt. Karena itu, ASN perlu memberikan konteks yang jelas, menentukan sumber informasi yang digunakan, serta tetap memperhatikan keamanan dan privasi data. Sebab, AI juga memiliki keterbatasan sehingga peran manusia tetap dibutuhkan untuk memastikan informasi yang diperoleh benar dan sesuai.

“AI itu copilot dan manusia itu pilotnya. Jadi, hasil AI tidak bisa langsung kita pakai atau kita publikasikan. Harus ada manusia di situ untuk melakukan verifikasi dan kontrol,” ujarnya.

Untuk mempermudah membuat prompt yang tepat, peserta juga diajak memahami prinsip computational thinking, yaitu memecah persoalan besar menjadi bagian-bagian kecil. Dengan cara ini, AI bisa memahami instruksi dengan lebih terarah dan memberikan hasil yang lebih spesifik.

Pemateri juga mengingatkan agar hasil dari AI tidak langsung digunakan atau dipublikasikan. Setiap informasi tetap perlu diperiksa kembali, mengingat AI masih bisa memberikan jawaban yang kurang tepat.

Sebagai penutup, Alvan menegaskan bahwa AI bukan untuk menggantikan peran ASN, melainkan membantu pekerjaan agar lebih cepat dan praktis. Sementara keputusan akhir tetap berada di tangan manusia yang menggunakan sekaligus memeriksa hasil dari AI. (Fauziyah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....