AILeap Nusantara Dorong ASN Manfaatkan AI tanpa Harus Jago Coding

  • 25 Agt 2026 09:57 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) mulai menjadi bagian dari upaya meningkatkan efektivitas kerja aparatur sipil negara (ASN). Hal tersebut dibahas dalam pelatihan AILeap Nusantara bertema “AI untuk Analisis Data Tanpa Harus Jago Coding” yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Badan Kepegawaian Negara (BKN), Senin (24/8/2026).

Pelatihan yang menghadirkan Agus Suparno, SSI, MNG, selaku EA Academic Expert yang telah berpengalaman di bidang Artificial Intelligence. Ia memperkenalkan Generative AI sebagai teknologi yang dapat membantu pengguna menghasilkan berbagai konten baru, seperti teks, gambar, maupun kode.

“Cirinya apa generative AI? Cirinya adalah dia menghasilkan konten baru,” jelas Agus.

Menurutnya, Generative AI dapat diposisikan sebagai rekan kerja yang membantu manusia menyelesaikan berbagai pekerjaan. Pengguna juga tidak harus menggunakan prompt dengan bahasa teknis yang rumit karena AI dapat memahami instruksi menggunakan bahasa alami.

“Anggap AI ini adalah rekan kerja Bapak dan Ibu semua ya, teman kita,” ujarnya.

Salah satu teknologi yang diperkenalkan dalam pelatihan tersebut adalah Microsoft Copilot. Layanan Generative AI ini dapat digunakan sebagai pendamping dalam menyelesaikan pekerjaan, sementara kendali tetap berada pada manusia.

Copilot terintegrasi dengan berbagai aplikasi Microsoft 365, seperti Word, Excel, PowerPoint, dan Outlook. Dalam pengolahan data, teknologi tersebut dapat membantu pengguna menemukan informasi, melihat pola atau tren, hingga mengidentifikasi nilai tertentu dalam file Excel tanpa harus memiliki kemampuan coding.

Selain Copilot, peserta juga diperkenalkan dengan Microsoft Fabric sebagai platform analitik data end-to-end yang mengintegrasikan berbagai layanan data dalam satu lingkungan.

Agus menjelaskan, Microsoft Fabric dapat membantu pengguna yang ingin melakukan analisis data meskipun belum memiliki kemampuan pemrograman.

“Jadi, Bapak Ibu yang pengin menganalisis data tapi saya enggak bisa coding, enggak usah khawatir ya karena di Microsoft sudah disiapin dengan Microsoft Fabric ini,” katanya.

Pemanfaatan AI dalam pekerjaan ASN diharapkan tidak hanya mempercepat penyelesaian tugas rutin, tetapi juga membantu proses pengolahan dan analisis data. Meski demikian, AI tetap ditempatkan sebagai alat bantu, sedangkan keputusan dan tanggung jawab berada pada manusia.

Melalui pelatihan AILeap Nusantara, ASN didorong untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memanfaatkannya secara tepat sesuai kebutuhan pekerjaan. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kinerja ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di era digital. (Fauziyah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....