Program SRI Dorong Peningkatan Produktivitas Pertanian
- 06 Nov 2025 08:34 WIB
- Purwokerto
KBRN, Purwokerto: Menjadi tuan rumah pelatihan inovatif, Desa Karangduren, Banyumas, mengedepankan teknologi ramah lingkungan dan pertanian berkelanjutan. Pelatihan yang dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan keterampilan anggota Kelompok Tani Abdi Tani dan Kelompok Wanita Tani dalam mengoptimalkan pertanian dengan teknologi terbaru, meliputi:
1. Pelatihan Alih Teknologi Pompa Tenaga Surya dan Irigasi
Sesi pertama dimulai dengan pelatihan mengenai teknologi Pompa Tenaga Surya dan sistem irigasi yang disampaikan oleh Bapak Arief Sudarmaji, Ph.D, Ketua Tim Pendamping Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED). Dalam pelatihan ini, Arief memaparkan pentingnya pemanfaatan energi surya untuk mengatasi masalah irigasi yang mahal dan kurang efisien di musim kemarau. "Dengan menggunakan pompa tenaga surya, petani tidak hanya dapat menghemat biaya energi, tetapi juga meningkatkan efisiensi penggunaan air dalam sistem irigasi," jelas Arief.
2. Pelatihan Budidaya Padi SRI
Sesi kedua menghadirkan Krissandi Wijaya, Ph.D dari UNSOED yang memberikan pemahaman mendalam mengenai teknik System of Rice Intensification (SRI). SRI adalah metode budidaya padi yang bertujuan untuk meningkatkan hasil panen dengan menggunakan sedikit air tanpa mengurangi kualitas padi yang dihasilkan. “Metode SRI ini tidak hanya menghemat air, tetapi juga dapat meningkatkan produktivitas padi hingga 30% lebih tinggi daripada metode konvensional. Kami berharap, melalui pelatihan ini, petani dapat mengaplikasikan teknik ini untuk mencapai hasil panen yang lebih optimal,” ungkap Krissandi.
3. Sistem Irigasi Otomatis pada Budidaya Padi SRI
Sesi terakhir diisi oleh Dr. Setya Permana Sutisna yang memaparkan penerapan Sistem Irigasi Otomatis pada metode SRI. Sistem ini mengintegrasikan teknologi sensor kelembapan tanah dan pompa tenaga surya untuk mengatur suplai air secara otomatis yang memungkinkan petani untuk menghemat air dan mengoptimalkan hasil pertanian mereka. “Dengan menggabungkan sistem irigasi otomatis dan metode SRI, petani dapat mengelola lahan mereka dengan lebih efisien, meningkatkan hasil panen, dan mengurangi pemborosan air, yang sangat penting di musim kemarau,” jelas Dr. Setya.
Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Kosabangsa 2025, yang bertujuan memberdayakan masyarakat melalui teknologi tepat guna. Kepala Desa Ismanto menyambut antusiasme petani yang mengikuti pelatihan ini, berharap agar mereka dapat mengaplikasikan teknologi ini untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi Desa Karangduren.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....