Dinas Indagkop UKM Banjarnegara Lath Pengurus KDKMP Susun Laporan Keuangan

  • 14 Apr 2026 08:49 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banjarenegara – Dalam upaya mendorong pengelolaan koperasi yang profesional, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Banjarnegara menyelenggarakan Pelatihan Laporan Keuangan bagi pengurus (bendahara) KDKMP, Senin (13/4/2026), di Gedung PLUT Banjarnegara.

Total peserta berjumlah 135 orang, terbagi menjadi 3 batch, masing-masing 45 peserta, yang akan berlangsung pada 13, 14, 15, 20, dan 21 April 2026. Untuk tiap kegiatan diikuti 45 peserta utusan KDKMP dari berbagai wilayah di Kabupaten Banjarnegara. selama pelatihan mereka akan belajar materi dan praktik penyusunan laporan keuangan sederhana hingga aplikatif.

Kepala Disperindagkop UKM Kabupaten Banjarnegara, Drs. Adi Cahyono Purwo Saputro, MM, dalam pengarahannya menggarisbawahi pentingnya profesionalisme dalam mengelola Koperasi Merah Putih. Menurutnya, pengurus harus mampu bekerja tertib, transparan, dan bertanggung jawab dalam setiap pengelolaan keuangan.

“Siapapun yang nanti jadi pengurus, jadilah pengurus yang profesional dan dapat diandalkan. Profesional itu artinya bekerja dengan disiplin, jujur dalam pencatatan, serta mampu mempertanggungjawabkan setiap rupiah yang dikelola,” kata Adi Cahyono usai membuka pelatihan, didampingi jajaran pejabat Disperindagkop UKM Kabupaten Banjarnegara.

Adi Cahyono juga berpesan kepada semua peserta untuk tidak ragu berbuat baik dan memulai langkah kecil dalam membangun koperasi.

“Jangan takut ‘nandur’. Apa yang kita kerjakan hari ini, nanti ada kebaikan di masa depan. Jangan takut berbuat baik tapi tidak ada yang membalas. Yakinlah kalau sekarang kita berjuang, bisa jadi anak cucu kita yang kelak menikmati,” pesannya.

Lebih dari itu, ia juga mengajak peserta untuk selalu optimistis. Menurutnya, peluang besar sangat terbuka bagi koperasi di tingkat desa, karena keberadaan koperasi memiliki pasar yang luas jika dikelola dengan baik.

“Toko modern saja yang diatur jaraknya, tetap eksis dan jarang yang tutup. Apalagi Koperasi Merah Putih yang berbasis desa, dengan wilayah puluhan kilometer, pangsa pasarnya sangat besar,” jelasnya.

Salah seorang narasumber pelatihan, Sri Wijayanti Natalia Ningrum, menyampaikan pentingnya kemampuan dasar akuntansi bagi pengurus Koperasi Merah Putih, khususnya bendahara.

“Saudara sebagai bendahara koperasi harus bisa menyusun laporan keuangan, baik sederhana maupun komprehensif, untuk kebutuhan internal maupun eksternal. Apalagi bendahara adalah yang memegang keuangan harus paham betul agar tidak mudah dibohongi,” katanya.

Ia menambahkan, fungsi akuntansi tidak hanya untuk mencatat, tetapi juga sebagai salah satu alat pengambilan keputusan perusahaan dalam hal ini koperasi. “Akuntansi berfungsi mencatat informasi keuangan dan menghitung keuntungan usaha, sehingga koperasi merah putih bisa berkembang secara sehat,” ujarnya.

Salah seorang peserta, Anggit dari Desa Panggisari, mengaku senang mengikuti pelatihan tersebut.“Saya jadi lebih paham cara membuat laporan keuangan yang benar. Ini sangat bermanfaat, apalagi untuk kami yang nantinya akan mengelola koperasi di desa,” ungkapnya.

Disperindagkop UKM berharap para pengurus dan bendahara KDKMP mampu mengelola keuangan secara lebih profesional, sehingga koperasi dapat berkembang dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.*** (kominfo_mjp)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....