Ketua Komisi C DPRD Jateng, Pelajar Diminta Bijak Bermedia Sosial
- 28 Agt 2026 17:59 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas- Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan pelajar. Namun, tingginya penggunaan media sosial belum diimbangi dengan pemahaman yang memadai mengenai demokrasi, politik, dan informasi publik.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Ketua Komisi C DPRD Jawa Tengah Bambang Haryanto Bachrudin (BHB). Ia meminta sekolah, guru, pelajar, hingga Dinas Pendidikan meningkatkan literasi digital di kalangan generasi muda.
Hal itu disampaikan BHB dalam dialog bersama siswa-siswi SMAN Sokaraja, Kabupaten Banyumas, di Kantor Korwil Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Wilayah Sokaraja, Jumat (28/8/2026).
Menurut BHB, para pelajar saat ini sudah sangat akrab dengan teknologi digital dan media sosial. Namun, pemanfaatannya masih lebih banyak untuk hiburan dibandingkan untuk memperoleh informasi mengenai demokrasi, politik, maupun pemerintahan.
“Secara kuantitas, kedekatan mereka dengan media sosial sudah luar biasa. Tetapi, di sisi lain, pemahaman mereka tentang demokrasi, apalagi politik, masih sangat jauh,” kata BHB.
Ia berharap dialog tersebut menjadi momentum untuk mengubah cara pandang pelajar dalam menggunakan media sosial. Media sosial, menurutnya, tidak seharusnya hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memperluas wawasan dan memahami berbagai persoalan publik.
BHB mengatakan pendidikan politik bagi generasi muda merupakan salah satu bagian dari fungsi partai politik. Karena itu, kegiatan serupa akan dilakukan di berbagai segmen masyarakat, khususnya generasi muda.
“Harapan saya ada perubahan cara penggunaan dan pemanfaatan media sosial. Tidak hanya sekadar untuk hiburan, tetapi juga untuk hal-hal lain, terutama yang berkaitan dengan demokrasi dan politik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Maryanto mengatakan penguatan literasi digital juga penting untuk mencegah pelajar menjadi korban perundungan di dunia nyata maupun media sosial.
Menurutnya, Dinas Pendidikan telah membentuk mekanisme penanganan perundungan mulai dari tingkat sekolah hingga tingkat provinsi. Pelajar yang menjadi korban dapat melaporkan persoalan tersebut kepada guru bimbingan dan konseling untuk ditangani di tingkat sekolah.
“Kalau siswa menjadi korban perundungan di dunia nyata maupun maya, segera laporkan kepada guru BK. Kemudian kita tangani di tingkat sekolah. Kalau tidak bisa diselesaikan, kita selesaikan hingga tingkat provinsi,” kata Maryanto.
Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman, Dr Edi Santoso, menambahkan, generasi Z merupakan kelompok yang sangat dekat dengan gawai dan media sosial. Kedekatan tersebut harus diimbangi kemampuan memilah informasi.
Literasi digital, kata Edi, diperlukan agar pelajar tidak mudah menjadi korban maupun pelaku hoaks, ujaran kebencian, dan berbagai penyalahgunaan media digital lainnya.
“Siswa harus memiliki kemampuan menyaring sebelum membagikan berbagai informasi di media sosial maupun internet,” kata Edi.
Dialog yang digelar oleh Ketua Komisi C DPR Provinsi Jawa Tengah ini, bertema” Demokrasi di Era Digital.” Puluhan sekolah juga telah disambagi oleh BHB, dalam upaya meningkatkan literasi demokrasi dan era digital
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....