Ketua Komisi C DPRD Jateng Ajak Pelajar Melek Demokrasi
- 22 Feb 2026 16:26 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas — Sejumlah siswa-siswi SMK Muhammadiyah 1 Purwokerto, bertanya terkait cara mengungkapkan pendapat melalui media sosial yang aman. Di tengah- tengah banjir informasi di media sosial, termasuk cara menghindari hoaks.
Hal ini terungkap dalam dialog yang digelar Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah, Bambang Haryanto Bachrudin (BHB). Kegiatan berlangsung di Aula Balai Kelurahan Karanglewas Lor, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Minggu (22/2/2026) siang.
BHB mengatakan dirinya gencar melakukan pendidikan politik ke berbagai kalangan, khususnya di Banyumas dan Cilacap. Upaya ini dilakukan sebagai penguatan demokrasi, terutama kepada siswa SMK dan SMA agar mereka melek demokrasi sehingga pelaksanaannya di Indonesia berjalan sesuai dengan undang-undang dan cita-cita bangsa.
“Pada Pemilu lalu, pemilih pemula menjadi yang terbanyak. Di Pemilu 2029 nanti, mereka juga yang akan paling banyak menentukan arah demokrasi kita. Namun sayangnya, mereka masih kurang berperan dalam menentukan arah politik dan demokrasi,” kata BHB.
Politisi dari PDIP ini menambahkan, karena kondisi tersebut, pihaknya meningkatkan pendidikan politik melalui dialog dengan pelajar maupun mahasiswa. Tahun 2026 ini merupakan kali kedua ia menggelar kegiatan serupa.
“Kami datang ke sekolah untuk memberikan pemahaman mendasar mengenai demokrasi. Sekaligus untuk menggugah mereka agar berpartisipasi aktif dalam demokrasi, sehingga kepentingan mereka dapat disuarakan melalui wakil-wakilnya,” ungkap BHB.
Dialog ini menghadirkan narasumber dari FISIP Unsoed, Dr. Arizal Mutahir, serta Hariyadi Triangono dari Griya Juang Purwokerto, dengan tema “Demokrasi dan Digitalisasi”.
Arizal mengungkapkan, di era serba digital, pelajar merupakan pihak yang telah akrab dengan teknologi informasi sejak lahir. Oleh karena itu, mereka harus memiliki literasi digital yang baik, seperti melakukan cek dan ricek serta tidak menyebarkan hoaks.
“Literasi digital bagi anak-anak SMA sangat penting agar tidak termakan hoaks, ujaran kebencian, dan lainnya. Salah satunya dengan melakukan cek dan ricek serta mengikuti media sosial yang terverifikasi,” kata Arizal.
Sementara itu, Hariyadi Triangono menyatakan masa depan demokrasi Indonesia akan semakin baik jika literasi digital pelajar semakin kuat, termasuk dalam pelaksanaan pemilu elektronik.
“Pemilihan secara elektronik ini sangat mudah dan lebih memungkinkan bagi generasi saat ini. Karena sejak lahir mereka sudah mengenal telepon pintar, komputer, dan laptop dibandingkan generasi saya,” ungkap Hariyadi.
Sedangkan para pelajar SMK Muhammadiyah 1 Purwokerto menanyakan cara berdemokrasi yang benar di era digital. Mereka mempertanyakan bagaimana cara bersuara dan berpendapat dengan tepat melalui media sosial.