Peran ASN Mencegah Tuberculosis di Lingkungan Kerja: ASN Sehat, Pelayanan Prima

  • 06 Jul 2026 10:04 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto : Tuberkulosis menjadi salah satu tantangan kesehatan di Indonesia. Pada 200 tahun terakhir, angka kematian akibat TB mencapai angka 1 miliar jiwa di dunia. Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini tidak hanya menyerang paru, tetapi juga dapat menyebar ke tulang, kulit, kelenjar, otak, serta ekstra paru.

Lingkungan kerja, termasuk instansi pemerintah, memiliki peran strategis dalam upaya pencegahan tuberculosis. Pada kondisi ini, institusi negara juga berperan menjadi agen perubahan serta penggerak hidup sehat di lingkungan kerja.

Badan Kepegawaian Negara menyelenggarakan sharing session dengan tema “Peran ASN dalam Mencegah Tuberculosis di Lingkungan Kerja.” Kegiatan ini bertujuan sebagai upaya meningkatkan pemahaman, kepedulian, serta peran aktif ASN dalam mencegah TB. Mulai dari aspek edukasi, deteksi dini, serta penciptaan lingkungan kerja yang aman.

dr. Triya Novita Dinihari sebagai Ketua Tim Kerja Tuberkulosis (TB), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, hadir sebagai narasumber. dr. Triya memberikan edukasi seputar tuberkulosis.Dimulai dari pengertian, cara penyebaran, gejala, cara pencegahan, serta pengobatan penyakit tuberkulosis.

“Orang yang tinggal serumah dengan pasien TB, dianjurkan untuk meminta TPT di Puskesmas. TPT merupakan Terapi Pencegahan Tuberkulosis. Terapi ini merupakan hak orang yang tinggal serumah dengan pasien TB. Pentingnya skrining TB yang dapat dilakukan pada fasilitas kesehatan melalui cek kesehatan gratis (CKG),” ungkap dr. Triya.

dr. Triya menyampaikan bahwa ASN sebagai agen perubahan perlu peka terhadap lingkungan sekitar. Ketika terdapat rekan dengan gejala TB, seperti batuk lebih dari dua minggu, segera diingatkan untuk memeriksakan diri. Langkah ini sebagai upaya pencegahan terjadinya penularan TB.

Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah menyediakan obat penyakit TB gratis selama enam bulan. Namun, jika setelah masa pengobatan pasien masih terpapar, maka akan dilakukan penanganan TB resisten obat. ASN diharapkan dapat mengingatkan pasien untuk rutin minum obat agar pengobatan berjalan dengan optimal.

dr. Triya menyampaikan bahwa tahun ini Presiden Republik Indonesia menetapkan TB sebagai program hasil terbaik cepat. Penanganan pasien TB membutuhkan dukungan dari kepala daerah dan keterlibatan seluruh institusi. Ia juga mengajak seluruh institusi, termasuk ASN untuk lebih peduli terhadap tuberkulosis di lingkungan sekitar.

Pada akhir sesi, dr. Triya memaparkan peran serta kontribusi ASN dalam penanggulangan TB. Mulai dari mendukung upaya kasus TB melalui skrining rutin. Selain itu, berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat serta mendukung upaya pencegahan TB. ASN juga diimbau untuk mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap pasien TB.

Tuberkulosis masih menjadi tantangan bagi masyarakat. TB dapat berdampak langsung pada kesehatan serta produktivitas ASN. Pencegahan TB di lingkungan kerja memerlukan kesadaran perilaku hidup sehat, perilaku hidup sehat, serta dukungan kebijakan dan organisasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....