BKN Dorong ASN Tingkatkan Kompetensi Digital dan Pengolahan Data
- 12 Jun 2026 13:28 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto – Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin menjadi kebutuhan dalam mendukung transformasi birokrasi khususnya di Indonesia. Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut memiliki kompetensi digital yang memadai agar mampu bekerja lebih efektif, adaptif, dan berbasis data.
Hal tersebut menjadi fokus dalam Pelatihan Garuda AI untuk Rekrutmen, Document Processing, dan Big Data yang diselenggarakan Badan Kepegawaian Negara (BKN) bekerja sama dengan Binar Academy dan Microsoft Indonesia. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan ASN dalam memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung berbagai proses kerja, mulai dari rekrutmen hingga pengolahan dokumen dan data dalam jumlah besar.
AI dapat dimanfaatkan untuk membantu analisis Curriculum Vitae (CV) secara lebih cepat dan objektif sesuai prinsip sistem merit. Selain itu, teknologi tersebut juga mampu mempercepat proses pengolahan dokumen melalui teknik anonimisasi, ekstraksi data, normalisasi, hingga perankingan informasi.
“AI itu seperti junior yang pintar dan kreatif, tetapi kadang bisa melakukan hal-hal yang tidak kita minta. Karena itu, setiap hasil yang diberikan AI tetap harus diperiksa dan diverifikasi kembali, bahkan lebih dari satu kali,” ujar Prayudi Utomo, S.Kom.,M.Kom, Ai Expert Asesor Kompetensi BNSP.
Meski demikian, penggunaan AI tidak serta-merta menggantikan peran manusia dalam pengambilan keputusan. ASN tetap memiliki tanggung jawab untuk melakukan verifikasi dan memastikan setiap hasil yang dihasilkan AI sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
Kedepan ASN diharapkan mampu memanfaatkan teknologi AI secara optimal tanpa mengesampingkan kemampuan berpikir kritis dan tanggung jawab profesional dalam setiap pengambilan keputusan. (Dwinanda)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....