Penggunaan Gawai Berlebihan Dapat Menganggu Kesehatan Anak

  • 26 Mei 2026 08:49 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Saat ini penggunaan media sosial pada anak perlu dibatasi karena perkembangan otak remaja belum matang sepenuhnya, terutama pada bagian pengendali emosi. Karena itu, penggunaan media sosial disarankan ditunda hingga usia yang lebih siap secara mental dan emosional.

Kementerian Komunikasi dan Digital bekerja sama dengan SMPN 25 Kota Tangerang menggelar Forum Sahabat Tunas bertema “Aman di Dunia Maya, Sehat di Dunia Nyata”. Kegiatan rutin Sahabat Tunas ini bertujuan mengedukasi siswa mengenai literasi digital, kesehatan fisik, serta pentingnya perlindungan anak di era perkembangan teknologi digital sejalan dengan adanya PP Tunas.

Penggunaan gawai secara berlebihan juga disebut dapat memicu hormon dopamin yang menimbulkan rasa candu. Notifikasi maupun tanda suka di media sosial membuat seseorang terus ingin kembali melihat layar, sehingga dapat mengganggu konsentrasi belajar dan aktivitas sehari-hari.

Selain berdampak pada mental, penggunaan gawai yang berlebihan juga memengaruhi kesehatan fisik seperti gangguan postur tubuh, mata lelah, hingga kualitas tidur yang menurun. Paparan layar sebelum tidur disebut dapat menghambat hormon pertumbuhan dan memengaruhi kemampuan kognitif anak.

“Padahal apabila layar gawai kita dipakai menjelang tidur akan mempengaruhi rasa ingin tidurnya. Melatonin hormon yang membantu proses pertumbuhan jadi tidak keluar dengan sempurna,” ujar dr. Tuti Herawati, Sp.A., Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial.

Anak-anak yang terlalu sering berada di dunia maya juga dinilai berisiko mengalami kesulitan berinteraksi secara langsung di kehidupan nyata. Karena itu, aktivitas fisik, interaksi bersama keluarga, dan komunikasi dengan teman sebaya disebut menjadi stimulasi penting bagi tumbuh kembang anak dan remaja.

Selain itu, pengawasan dari orang tua dan lingkungan sekolah juga dianggap penting karena kemampuan kontrol diri anak masih belum sempurna. Anak-anak juga disarankan menghentikan penggunaan gawai setidaknya dua jam sebelum tidur agar kualitas istirahat tetap terjaga dengan baik. (Dwinanda)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....