Hemat Energi, Masa Depan Negeri: Menjaga Sumber Daya untuk Generasi Mendatang

  • 20 Mei 2026 10:56 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, kesadaran masyarakat untuk menggunakan energi secara efisien adalah hal yang sangat penting. Namun demikian, masih banyak sekali tantangan-tantangan dalam membangun budaya hemat energi di tengah masyarakat. Mulai dari penggunaan energi yang berlebihan hingga kurangnya pemahaman mengenai efisiensi energi.

Forum Diskusi Publik kali ini membahas tema ”Hemat Energi, Masa Depan Negeri” yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Komunikasi Publik dan Media bekerja sama dengan Komisi I DPR RI melalui zoom meeting menjadi upaya dalam menanggapi persoalan tersebut.

Webinar kali ini menghadirkan narasumber, yaitu Dr. H. A. Iman Sukri, M.Hum - Anggota Komisi I DPR RI, Dr. Ir. Dadan Kusdiana, M.Sc. – Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional, dan H. Rivqy Abdul Halim, S.E., M.B.A. – Anggota Komisi VI DPR RI yang akan membahas seputar hemat energi, masa depan negeri.

Dr. H. Ahmad Iman Sukri, M.Hum. menekankan bahwa hemat energi adalah tantangan kolektif yang harus dipahami dan dilaksanakan bersama antara pemerintah, DPR, dan masyarakat. Ia menyoroti pentingnya kebijakan efisiensi di lingkungan pemerintahan, serta perlunya insentif bagi warga yang aktif menghemat energi.

”Kebutuhan energi meningkat, maka perlu kebijakan efisiensi di pemerintah, serta insentif bagi masyarakat yang aktif menghemat energi,” tuturnya.

Sementara itu, Dr. Ir. Dadan Kusdiana, M.Sc. menjelaskan terkait sisi teknis dan kebijakan terkait ”konservasi energi”. Ia menekankan bahwa penghematan energi setara dengan menciptakan energi baru. Ia juga mengungkapkan mengenai standar kinerja energi minimum pada perlatan rumah tangga sebagai cara praktis masyarakat untuk memilih perangkat yang efisien.

”Hemat energi adalah konservasi energi. Penghematan setara dengan energi baru. Kami menerapkan standar kinerja Energi Minimum agar masyarakat bisa memilih perangkat yang efisien,” jelasnya.

H. Rivqy Abdul Halim, S.E., M.B.A. sendiri berfokus pada pembahasan transformasi kesadaran bagi generasi di era digital. Ia menyatakan bahwa kesadaran individu untuk hemat energi harus didukung oleh kebijakan nasional yang konkret. Ia menyoroti bahwa di masa depan, kita tidak hanya butuh penghematan, tetapi juga transisi energi dari fosil ke energi baru terbarukan yang didukung oleh teknologi.

”Di era digital, penggunaan energi sangat masif. Kita harus beralih dari energi fosil ke terbarukan. Generasi muda harus menyuarakan kesadaran ini agar sejalan dengan kebijakan pemerintah,” jelasnya.

Dengan demikian, hemat energi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kebiasaan yang harus dibangun bersama oleh seluruh masyarakat. Kesadaran untuk menggunakan energi secara bijak menjadi langkah penting demi menjaga masa depan negeri yang lebih berkelanjutan. (Helmalia)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....