Waspada Konten Negatif Ancam Kesehatan Mental Anak

  • 13 Mei 2026 10:07 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Kementerian Komunikasi dan Digital bekerjasama dengan Komisi I DPR RI kembali mengadakan Forum Diskusi Publik bertema “Sehat Mental di Era Digital: Mulai dari Ruang Aman bagi Anak." Forum ini diadakan karena melihat di era digital saat ini isu kesehatan mental anak kini menjadi perhatian serius seiring meningkatnya penggunaan gawai dan internet sejak usia dini.

Anak-anak yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi dinilai menghadapi tantangan baru yang dapat memengaruhi kondisi psikologis serta proses tumbuh kembang mereka. Di balik kemudahan akses digital, terdapat ancaman tersembunyi yang perlu diwaspadai bersama, terutama bagi anak-anak yang masih dalam tahap perkembangan.

Kemajuan teknologi informasi memang membawa banyak manfaat, mulai dari akses pendidikan, hiburan, hingga komunikasi. Namun di sisi lain, ruang digital juga membuka potensi risiko tinggi seperti perundungan siber atau cyberbullying, pornografi, hingga eksploitasi data pribadi anak.

“Di balik layar gawai dan koneksi internet yang kita gunakan setiap hari tersembunyi berbagai potensi risiko yang sangat merusak. Salah satunya adalah paparan konten negatif. Nah, ini konten negatif inilah yang kemudian sering menyesatkan kita semua, yang sebetulnya ini akan mengancam fisiologis serta tumbuh kembangnya anak-anak kita,” ujar Dr. H. Hasanuddin, S.E.,M.M, Anggota Komisi I DPR RI dalam sambutannya.

Ancaman tersebut dinilai semakin serius karena menyusup langsung ke ruang privat anak. Banyak anak menghabiskan waktu berjam-jam dengan gawai tanpa pengawasan yang memadai, sehingga rentan terpapar konten yang tidak sesuai usia maupun berbahaya bagi kesehatan mental.

Oleh karena itu, pemerintah mengeluarkan kebijakan PP Tunas sebagai bentuk perlindungan negara terhadap anak di ruang digital. Aturan tersebut menekankan tata kelola sistem elektronik agar platform digital lebih bertanggung jawab dalam menyaring konten berbahaya, memperkuat verifikasi usia, serta menghadirkan ruang digital yang aman dan sehat bagi anak.

Selain regulasi, peran keluarga dan lingkungan sekitar juga dinilai sangat penting. Orang tua, guru, dan masyarakat diharapkan aktif mendampingi anak dalam penggunaan internet serta membangun komunikasi yang terbuka mengenai aktivitas digital mereka.

Masyarakat diajak untuk menghadirkan aksi nyata di lingkungan masing-masing, mulai dari edukasi literasi digital hingga pengawasan bersama. Langkah tersebut dinilai penting demi menjaga kesehatan mental anak-anak Indonesia di tengah derasnya perkembangan teknologi. (Dwinanda)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....