Ruang Aman Digital Jadi Kunci Jaga Mental Anak
- 04 Mei 2026 06:44 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Kesehatan mental anak di era digital menjadi perhatian penting seiring meningkatnya penggunaan gawai dan internet sejak usia dini. Isu ini menjadi sorotan dalam Forum Diskusi Publik bertema “Sehat Mental di Era Digital: Mulai dari Ruang Aman Bagi Anak” yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Komisi I DPR RI.
Berdasarkan data program skrining kesehatan periode 2025 - 2026, ditemukan indikasi masalah kesehatan jiwa pada hampir 10 persen anak di Indonesia dari sekitar 7 juta anak yang diperiksa. Kondisi tersebut mencakup gejala kecemasan hingga depresi yang perlu mendapat perhatian bersama.
Dapat dilihat tantangan anak masa kini berbeda dengan generasi sebelumnya. Kehadiran gawai yang begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari membuat anak lebih mudah tenggelam dalam dunia digital jika tidak mendapat pendampingan yang tepat.
“Anak di zaman yang sekarang ini, ada perbedaannya dengan zaman dulu. Sekarang anak-anak lebih cuek jika dia sudah pegang HP. Maka, orang tua harus bisa memperhatikan mana yang baik mana yang tidak,” ujar dr. Steven Simanungkalit, M.K.M.
Paparan teknologi yang berlebihan dinilai dapat menimbulkan gangguan psikologis, seperti rasa rendah diri, kebingungan, hingga ketakutan. Selain itu, anak juga berisiko terpapar konten pornografi, kekerasan, radikalisme, maupun intoleransi yang dapat memengaruhi perilaku emosional mereka.
Namun demikian, teknologi juga dapat dimanfaatkan secara positif, misalnya untuk mengakses layanan konseling daring dengan dokter atau psikolog. Karena itu, penggunaan teknologi perlu diarahkan agar menjadi sarana pendukung tumbuh kembang anak, bukan ancaman bagi kesehatan mental.
Orang tua juga didorong aktif memanfaatkan fitur keamanan seperti parental control serta memblokir situs yang tidak sesuai usia anak. Langkah ini dinilai penting untuk membatasi akses terhadap konten berbahaya di ruang digital.
Selain pengawasan teknis, komunikasi hangat antara orang tua dan anak menjadi faktor utama. Dengan membangun hubungan yang nyaman dan terbuka, anak diharapkan tidak mencari pelarian secara berlebihan melalui gawai, sehingga kesehatan mentalnya tetap terjaga di tengah perkembangan era digital. (Dwinanda)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....