Polsek Slawi Respons Cepat Tangani Dugaan Tawuran Pelajar
- 26 Agt 2026 11:01 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Tegal - Polsek Slawi merespons laporan dugaan tawuran pelajar di Dukuh Jomblang, Kabupaten Tegal. Polisi mengevakuasi seorang pelajar yang terluka ke RSUD dr. Soesilo Slawi.
Laporan diterima melalui layanan 110 sekitar pukul 19.30 WIB, Senin (24/8/2026). Lima menit kemudian, informasi tersebut diteruskan kepada Polsek Slawi untuk ditindaklanjuti.
Personel Polsek Slawi kemudian melakukan patroli dan pengecekan ke lokasi. Polisi awalnya memeriksa area belakang Gedung Pemda, namun tidak menemukan aktivitas tawuran.
Petugas selanjutnya mendapat informasi dari pengendara sepeda motor mengenai dugaan tawuran di Dukuh Jomblang, Desa Dukuhwringin. Lokasi tersebut berada di arah Lebaksiu, Kabupaten Tegal.
Sesampainya di lokasi, polisi menemukan dua pelajar yang meminta pertolongan warga. Salah seorang pelajar, Muhammad Refan Aldiansyah, mengalami luka pada lengan kiri dan telinga kiri serta mengeluhkan sesak dada.
Petugas kemudian mengevakuasi korban ke RSUD dr. Soesilo Slawi. Korban dibawa untuk mendapatkan penanganan medis atas luka yang dialaminya.
| Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Pemerasan di Sokaraja |
Kapolsek Slawi, AKP Rushendro Cipto Harjono mengatakan, setiap laporan masyarakat melalui layanan 110 menjadi perhatian kepolisian. Polisi langsung melakukan pengecekan terhadap laporan yang berpotensi mengganggu keamanan dan keselamatan masyarakat.
“Setiap laporan masyarakat melalui layanan 110 menjadi perhatian kami dan langsung ditindaklanjuti. Personel kami mendatangi lokasi, melakukan pengecekan, membantu korban dan berkoordinasi dengan jajaran Polsek sekitar,” ujar Rushendro.
Selain mengevakuasi korban, polisi mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan patroli wilayah. Polsek Slawi juga berkoordinasi dengan polsek sekitar melalui patroli singgung untuk mencegah gangguan kamtibmas lanjutan.
Polisi juga mendapat informasi adanya pelajar lain yang mengalami luka dan menjalani perawatan di RSUD dr. Soesilo Slawi. Informasi tersebut masih didalami untuk memastikan rangkaian kejadian dan pihak yang terlibat.
Rushendro mengimbau pelajar, orang tua, sekolah, dan masyarakat bersama-sama mencegah aksi tawuran. Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila mengetahui adanya rencana kegiatan yang dapat membahayakan keselamatan.
“Kami mengimbau para pelajar untuk tidak terlibat tawuran maupun membawa senjata tajam. Kepada orang tua dan pihak sekolah, mari bersama-sama melakukan pengawasan dan memberikan edukasi kepada anak-anak,” tegas Rushendro.
Polsek Slawi masih melakukan pendalaman terhadap dugaan tawuran tersebut. Polisi juga mengidentifikasi pihak yang terlibat berdasarkan keterangan saksi dan bukti yang ditemukan di lapangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....