Polresta Banyumas Bongkar Dugaan Prostitusi Libatkan Anak di Hotel Purwokerto
- 22 Feb 2026 13:52 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Polresta Banyumas melalui Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (Satres PPA) dan PPO mengungkap praktik prostitusi yang diduga melibatkan anak di salah satu hotel wilayah Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Jumat (20/2/2026) dini hari.
Pengungkapan kasus tersebut bermula dari patroli rutin dalam rangka Operasi Pekat Candi 2026 di sekitar Jalan Bung Karno pada Kamis (19/2) malam. Patroli dilakukan menyusul laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas prostitusi yang berlangsung selama bulan Ramadhan.
Sekitar pukul 00.10 WIB, tim Satres PPA dan PPO melakukan penyelidikan dan mendapati praktik prostitusi yang diduga dijalankan oleh tiga orang mucikari dengan melibatkan lima pekerja seks komersial di dalam kamar hotel tersebut.
Kapolresta Banyumas, Petrus Silalahi, membenarkan pengungkapan kasus tersebut.
“Dari hasil pemeriksaan awal, kami menemukan adanya dugaan tindak pidana yang mempermudah perbuatan cabul atau persetubuhan terhadap seseorang yang patut diduga masih berstatus anak. Saat ini para pelaku telah kami tetapkan sebagai tersangka,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Dalam operasi itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa 337 alat kontrasepsi, uang tunai Rp1.250.000, lima kunci kamar hotel, delapan unit telepon genggam, serta satu bendel buku tamu hotel.
Salah satu saksi yang berada di lokasi saat penggerebekan mengaku tidak mengetahui adanya dugaan keterlibatan anak di bawah umur dalam praktik tersebut.
“Awalnya kami mengira hanya tamu biasa, tetapi setelah ada pemeriksaan dari petugas, baru diketahui bahwa ada dugaan keterlibatan anak,” ungkapnya.
Tiga tersangka berinisial UR (25) alias Uman, BK (21) alias Bob, dan YS (20) dijerat Pasal 419 ayat (1), Pasal 420, dan Pasal 421 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana terkait perbuatan menghubungkan atau memudahkan orang lain melakukan perbuatan cabul sebagai kebiasaan atau untuk memperoleh keuntungan.
Pihak kepolisian menyampaikan proses penyidikan masih terus berjalan, termasuk mendalami kemungkinan adanya jaringan atau pihak lain yang terlibat dalam praktik tersebut.
Kapolresta mengimbau masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan dari praktik-praktik yang merusak moral dan berpotensi mengeksploitasi anak.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk segera melaporkan apabila mengetahui aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar, khususnya yang berkaitan dengan eksploitasi anak,” tegasnya.
Langkah penindakan ini diharapkan dapat menekan praktik prostitusi terselubung sekaligus melindungi kelompok rentan dari tindak pidana eksploitasi, terutama selama momentum bulan suci Ramadhan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....