Aspikmas Ubah Pola Pendampingan UMKM lewat Kelompok Kecil

  • 04 Okt 2026 22:05 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas — Pendampingan pelaku UMKM di Banyumas akan diarahkan lebih dekat ke tingkat kecamatan. Asosiasi Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah Banyumas (Aspikmas) menyiapkan kelompok kecil berisi 5 hingga 10 pelaku usaha sebagai bagian dari pola baru pendampingan anggota.

Ketua Umum Aspikmas periode 2026–2031 Kukuh Prasetio mengatakan, pola tersebut diterapkan melalui Kelas Inkubasi Bisnis Aspikmas yang akan menyasar 5.200 anggota yang telah terdata.

Menurutnya, pembentukan kelompok kecil diharapkan membuat pelaku UMKM memiliki ruang untuk berdiskusi dan saling berbagi pengalaman mengenai persoalan yang dihadapi dalam menjalankan usaha.

“Harapannya melalui kelompok-kelompok kecil ini teman-teman UMKM menemukan ruang untuk bertumbuh. Melalui diskusi, saling sharing, saling mendukung satu sama lain,” kata Kukuh saat pengukuhan kepengurusan Aspikmas periode 2026–2031 di Hetero Space Purwokerto, Jumat (2/10/2026).

Kukuh menjelaskan, perubahan pola tersebut dilakukan setelah Aspikmas selama enam tahun terakhir mengonsolidasikan struktur organisasi hingga tingkat kecamatan. Pada periode baru, struktur tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkuat pendampingan langsung kepada pelaku usaha.

Pengurus Aspikmas tingkat kabupaten akan menyusun struktur pembelajaran, kurikulum, dan modul. Sementara pengurus kecamatan bertugas menjadi fasilitator yang mendampingi kelompok UMKM di wilayahnya.

“Kami pengurus kabupaten akan menyusun struktur pembelajarannya, kurikulumnya, modul-modulnya. Sementara pengurus tingkat kecamatan sebagai fasilitator yang akan mendampingi mulai dari pembentukan tiap-tiap kelompok,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono meminta pola pendampingan tersebut tidak hanya berisi kegiatan pelatihan. Materi yang diberikan harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan memiliki keterkaitan dengan akses pasar.

“Saya mendukung pembentukan kelas bisnis di tingkat kecamatan seperti yang dikatakan tadi. Pelatihan yang diberikan harus berbasis kebutuhan pasar dan memiliki kepastian akses pasar,” kata Sadewo.

Sadewo mengatakan, perkembangan UMKM menjadi salah satu ukuran keberhasilan program yang dijalankan Aspikmas. Kemajuan tersebut antara lain terlihat dari semakin luasnya pasar, semakin kuatnya usaha, dan bertambahnya lapangan kerja.

“Ukuran keberhasilannya sederhana: semakin banyak UMKM Banyumas yang naik kelas, semakin luas pasarnya, semakin kuat usahanya, dan semakin banyak lapangan kerja yang tercipta,” ujarnya.

Kepengurusan Aspikmas periode 2026–2031 dikukuhkan pada Jumat (2/10/2026) di Hetero Space Purwokerto, dalam rangkaian Hetero Fest 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....