DKUKMP Banyumas Dukung Aspikmas Tingkatkan Kapasitas UMKM
- 01 Sep 2026 16:39 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Banyumas mendukung program Aspikmas Semesta Ilmu sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas pelaku UMKM di daerah.
Pengembang Kewirausahaan Ahli Muda DKUKMP Kabupaten Banyumas, Louis Krismanto, menilai program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pelaku UMKM.
"Ini program yang sangat bagus, ini juga sejalan dengan program kerja kami. Salah satu program kerja kami kan juga meningkatkan kapasitas SDM UMKM,” kata Louis.
Menurutnya, Aspikmas selama ini menjadi salah satu komunitas UMKM yang dapat berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan. Karena itu, DKUKMP terbuka untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam pelaksanaan program Semesta Ilmu.
“Kami memandang mereka sebagai mitra dalam penciptaan lapangan pekerjaan, dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan, dan tujuan lainnya adalah menyejahterakan masyarakat Kabupaten Banyumas,” tutur Louis.
Selain mendukung program Semesta Ilmu, DKUKMP juga terus mengoptimalkan berbagai bentuk dukungan bagi pelaku UMKM. Dukungan tersebut antara lain berupa pendampingan usaha, pelatihan, pembiayaan melalui dana bergulir, fasilitasi kemitraan dengan pihak swasta dan usaha besar, hingga promosi.
| Baca juga: Harga Plastik Naik, Usaha Laundri Terdampak |
DKUKMP juga berupaya membuka akses informasi bagi komunitas UMKM mengenai berbagai program yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha, baik dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, kementerian maupun pihak lainnya.
“Kami coba optimalkan itu sebagai bentuk dukungan, terus kita juga selalu sharing informasi dengan komunitas UMKM,” kata Louis.
Jumlah UMKM meningkat
Berdasarkan data Kementerian UMKM, jumlah pelaku UMKM di Kabupaten Banyumas saat ini mencapai sekitar 230 ribu. Jumlah tersebut disebut terus bertambah dari tahun ke tahun.
Louis menilai pertumbuhan jumlah UMKM tersebut sekaligus menjadi tantangan agar peningkatan kuantitas diikuti dengan peningkatan kapasitas dan kualitas usaha.
Untuk itu, pemerintah tidak hanya mengandalkan program sendiri, tetapi juga menggandeng berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, perbankan dan sektor swasta untuk bersama-sama memberdayakan UMKM.
Ia juga mengingatkan pelaku UMKM untuk tidak berhenti belajar dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Menurutnya, kemudahan akses informasi saat ini membuat pelaku usaha memiliki lebih banyak pilihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.
Louis mencontohkan perkembangan pemasaran digital yang kini menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha. Pelaku UMKM dinilai perlu terus meningkatkan kemampuan digitalisasi agar dapat mengikuti perubahan pola pemasaran dan kebutuhan konsumen.
“Jangan lelah untuk belajar, terus jangan takut berubah. Kita harus selalu beradaptasi dengan perkembangan yang ada,” kata Louis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....