ASPIKMAS Bantu UMKM Tingkatkan Pengelolaan Usaha
- 27 Agt 2026 18:38 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Bergabung dengan Asosiasi Pengusaha Mikro Kecil Menengah dan Industri Kecil Menengah Kabupaten Banyumas (ASPIKMAS) memberikan pengalaman baru bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan dan mengelola usaha. Hal tersebut dirasakan Fairiatul Marfuah, pemilik usaha Hana's cake di Kabupaten Banyumas.
Marfuah mengatakan, awalnya bergabung dengan ASPIKMAS karena adanya program bantuan bagi pelaku UMKM. Namun, setelah bergabung, ia mendapatkan berbagai pengetahuan yang dapat diterapkan dalam menjalankan usaha.
“Di dalam ASPIKMAS itu ilmunya sangat banyak banget. Termasuk saya diajarin menghitung HPP, diajarin foto produk, setelah itu pengemasan, dan yang paling penting saya diajarin pembukuan,” kata Marfuah.
Marfuah mengaku sebelumnya belum memahami cara menghitung keuntungan dan kerugian usaha. Sejak memulai usaha kuliner pada 2018, ia hanya berfokus agar uang hasil penjualan dapat kembali menjadi modal.
“Dalam pikiran saya yang penting itu uang muter dan kembali lagi ke saya. Ternyata setelah saya gabung di ASPIKMAS, baru tahu ternyata usaha saya itu salah kaprah,” ujarnya.
Usaha kuliner yang dijalankan Marfuah meliputi pembuatan roti ulang tahun, brownies, donat, dan berbagai produk lainnya. Sebelum memahami harga pokok produksi atau HPP, ia belum menghitung secara pasti biaya produksi maupun hasil penjualan produknya.
Selain pengelolaan keuangan, Marfuah juga mendapatkan pendampingan mengenai legalitas usaha. Ia diarahkan untuk mengurus Nomor Induk Berusaha, PIRT, hingga perizinan halal.
“Awalnya orang awam seperti saya tahunya paling izinnya ribet. Alhamdulillah gabung di ASPIKMAS itu saya diarahkan, dituntun, dibikinkan, luar biasa lah,” kata Marfuah.
Menurutnya, pendampingan tersebut memberikan dampak positif terhadap perkembangan usaha. Ia kini memahami bahwa usaha rumahan juga membutuhkan legalitas dan pengelolaan yang baik.
Dalam pemasaran, Marfuah mulai menerapkan pengetahuan mengenai fotografi produk dan pembuatan flyer untuk promosi. Media sosial juga dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan produk kepada konsumen.
“Strategi awal itu saya harus membuat olahan saya itu terlihat menarik di konsumen. Setelah itu saya bikin flyer. Dulu saya enggak pernah sama sekali bikin flyer,” jelasnya.
Marfuah menilai, belajar bersama dalam komunitas memberikan manfaat dibandingkan belajar secara mandiri. Anggota dapat saling membantu ketika menghadapi kendala dalam menjalankan usaha.
Ia berharap ASPIKMAS terus membagikan pengetahuan kepada pelaku UMKM sehingga pengelolaan usaha dapat dilakukan secara lebih terarah.
“Harapannya buat seluruh UMKM silakan bergabung ke ASPIKMAS. Kita serap ilmunya bareng-bareng biar usaha kita semakin lebih terarah,” pungkas Marfuah. (Siti Nuriyah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....