Mahasiswa Universitas Kadiri Inovasikan Pepaya Menjadi Keripik

  • 02 Okt 2026 07:32 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas, - Kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan potensi bahan pangan lokal ditampilkan dalam ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVII 2026. Salah satunya melalui inovasi keripik berbahan dasar buah pepaya yang dibawa mahasiswa Universitas Kadiri.

Pendamping KMI Expo Universitas Kadiri Fika Putri Arita mengatakan, Universitas Kadiri meloloskan satu kelompok mahasiswa untuk mengikuti KMI Expo XVII 2026. Kelompok tersebut membawa produk keripik pepaya sebagai bentuk inovasi pengolahan buah yang selama ini lebih banyak dikonsumsi secara langsung.

Menurutnya, pepaya dipilih karena memiliki berbagai kandungan yang dinilai bermanfaat. Salah satunya likopen yang menjadi bagian dari konsep produk dengan mengangkat tema pangan yang ramah bagi jantung.

“Keunikannya mengambil dari buah pepaya. Pepaya sendiri banyak khasiatnya. Selama ini pepaya banyak dijual, tetapi pengolahannya itu-itu saja. Mereka membuat inovasi baru menjadi keripik,” kata Vika.

Ia menyebut, ide pengembangan produk tersebut berasal dari kreativitas mahasiswa sendiri. Para mahasiswa melihat adanya peluang untuk mengolah pepaya menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah.

Fika berharap, keikutsertaan mahasiswa dalam KMI Expo dapat mendorong semakin banyak munculnya ide dan produk baru yang kreatif serta inovatif.“Saya berharap mahasiswa semakin kreatif dan muncul produk-produk baru yang inovatif,” ujarnya.

Salah satu mahasiswa Universitas Kadiri, Eyi Micvia mengatakan, salah satu tantangan dalam pengembangan keripik pepaya adalah ketersediaan bahan baku. Pasokan pepaya dari petani terkadang sulit diperoleh sehingga menjadi perhatian dalam menjaga keberlanjutan produksi.

Selain mempersiapkan produk utama, mahasiswa juga melakukan berbagai persiapan untuk mengikuti rangkaian KMI Expo XVII 2026. Mereka bahkan menyiapkan varian rasa baru, yakni cokelat dan matcha.

“Persiapannya banyak, mulai dari produk. Kami juga meluncurkan rasa baru, yaitu cokelat dan matcha. Untuk kirab juga kami mempersiapkan baju adat dan tata rias,” jelasnya.

Eyi berharap pengalaman mengikuti KMI Expo dapat mendorong mahasiswa untuk berani memulai usaha. Menurutnya, berbagai persoalan yang muncul dalam proses usaha justru dapat menjadi peluang untuk menciptakan inovasi.

“Intinya jangan takut untuk memulai usaha. Kalau ada sebuah masalah, itu bisa menjadi peluang untuk usaha kita,” katanya. ( Tia Angreni)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....