Rumah DILAN Kauman Kidul Didorong Perkuat Pemasaran dan Pengelolaan Usaha

  • 21 Agt 2026 08:37 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Salatiga – Kelompok usaha Rumah DILAN (Pendidikan Keterampilan) Kelurahan Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, didorong memperkuat pengelolaan usaha agar tetap berjalan di tengah kesibukan para anggotanya.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pengabdian masyarakat oleh tiga mahasiswa KKN-T 98 Universitas Diponegoro (Undip) bersama anggota PKK Kauman Kidul di Balai Pertemuan Kantor Kelurahan Kauman Kidul, (12/8/2028).

Rumah DILAN yang baru berjalan sekitar enam bulan telah menghasilkan berbagai kerajinan berbahan kluwek, seperti gantungan kunci, hiasan, dan suvenir. Produk tersebut sebelumnya telah mendapat dukungan Pemerintah Kota Salatiga dan dipasarkan dalam sejumlah kegiatan, termasuk melalui Benang Raja.

Namun, produksi belum berjalan rutin karena sebagian besar anggota memiliki kesibukan dalam kegiatan PKK, RT, RW, maupun aktivitas kemasyarakatan. Produksi biasanya dilakukan ketika ada pesanan atau menjelang bazar dan pameran.

Mahasiswa KKN-T 98 kemudian memberikan pendampingan sesuai kebutuhan kelompok. Shakila Aliya Rahmadani dari Program Studi Ilmu Ekonomi memberikan materi pemasaran, mulai dari branding, penentuan target konsumen, hingga fotografi produk untuk pemasaran digital melalui Instagram dan WhatsApp.

Shakila Aliya Rahmadani dari Program Studi Ilmu Ekonomi mengatakan, pendampingan tidak hanya membahas bagaimana produk dapat dijual, tetapi juga mengajak anggota untuk mulai melihat potensi pemasaran di luar bazar dan pameran yang selama ini menjadi salah satu tempat utama memperkenalkan produk.

“Pendampingan mencakup pengelolaan usaha, pencatatan keuangan, pengembangan komunitas, dan pemasaran digital,” katanya.

Sementara itu, Vania Wardani dari bidang Manajemen memberikan pendampingan pencatatan keuangan, termasuk biaya produksi, harga pokok produksi (HPP), harga jual, dan pembagian hasil usaha.

Adapun Diana Putri dari bidang Antropologi mengajak anggota mengevaluasi pola kerja kelompok, termasuk pembagian tugas yang lebih fleksibel agar anggota tetap dapat berkontribusi sesuai waktu yang dimiliki.

Ketua PKK Kauman Kidul, Nia, mengatakan selama ini produk DILAN lebih banyak dipasarkan dengan membawa nama Kota Salatiga. Ke depan, pihaknya berharap produk memiliki identitas Kauman Kidul dan dapat dipasarkan lebih luas.

“Selama ini pemasaran lewat Benang Raja dan atas nama Kota Salatiga. Kita belum ada branding atas nama Kauman Kidul,” ujar Nia.

Selain pemasaran, pendampingan juga mendorong penguatan identitas lokal melalui nama merek, kemasan, dan cerita di balik produk. Dengan begitu, konsumen diharapkan tidak hanya mengenal kerajinan DILAN, tetapi juga mengetahui asal dan kelompok masyarakat yang memproduksinya.

Melalui pendampingan tersebut, Rumah DILAN diharapkan mampu menjaga keberlanjutan usaha dengan pola kerja yang lebih fleksibel. Bagi para anggota, keberhasilan kelompok tidak semata diukur dari banyaknya produk yang dihasilkan, tetapi dari kemampuan untuk tetap berkarya di tengah berbagai kesibukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....