Transformasi Manggleng Tradisional Menjadi Camilan Modern nan Gurih

  • 26 Agt 2026 08:11 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Berangkat dari inspirasi untuk meneruskan usaha orang tua, berhasil menyulap singkong, bahan dasar yang sederhana, menjadi produk kekinian yang diminati pasar. Melalui program UMKM Bicara di Pro 1 RRI Purwokerto, bersama Sulastri, S.Pd selaku owner Manggleng Crispy yang merupakan contoh nyata transformasi camilan tradisional menjadi produk kuliner modern yang memiliki daya saing.

"Kenapa saya enggak buat manggleng saja untuk meneruskan usaha dari orang tua? Akhirnya saya coba bikin manggleng dan teman dari SMK yang di Jakarta bilang kalau mangglengnya enak, jadi saya terinspirasi dari situ," ungkap Sulastri, pada Senin (24/8/2026).

Latar belakang pendirian usaha ini berakar dari pengalaman masa lalu saat membantu orang tua menjual manggleng ketika masih sekolah. Dengan tekad positif dan semangat untuk mandiri, Ibu Sulastri memanfaatkan potensi singkong yang tersedia di lingkungan rumahnya, yang kemudian ia kembangkan menjadi produk Xbio Crispy.

Proses produksi Manggleng Crispy dilakukan dengan cermat, dimulai dari pemilihan bahan baku singkong kualitas tinggi, seperti jenis tela ketan, hingga proses pengukusan dan penggorengan yang presisi. Teknik pengolahan yang tepat, termasuk menjaga konsistensi bumbu, menjadi kunci utama mengapa produk ini memiliki tekstur renyah yang tahan hingga enam bulan tanpa bahan pengawet.

"Untuk mempertahankan rasa, saya harus menyesuaikan komposisi dan takaran kilogramnya agar rasanya tetap sama. Intinya saya harus mempertahankan rasa jangan sampai berubah," lanjutnya.

Dalam hal varian rasa, Xbio Crispy menawarkan tiga pilihan utama yaitu original, pedas, dan manis. Pilihan rasa ini dirancang untuk menjangkau semua kalangan usia, dan alhamdulillah, setiap varian selalu mendapatkan respons positif dari pelanggan setia yang datang dari berbagai daerah.

Strategi pemasaran yang dijalankan oleh Sulastri sangat bergantung pada kekuatan media sosial, terutama grup WhatsApp dan status digital, serta promosi dari mulut ke mulut. Selain itu, ia juga aktif mengikuti berbagai kegiatan bazar UMKM yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah untuk meningkatkan jangkauan pasar dan mengenalkan produknya lebih luas lagi.

Kepercayaan konsumen semakin meningkat berkat legalitas yang lengkap, termasuk kepemilikan NIB, PIRT, dan sertifikasi Halal. Bagi Sulastri, proses pengurusan izin tersebut tidak sesulit yang dibayangkan karena adanya dukungan dari program pemerintah, sehingga ia mendorong pelaku UMKM lain untuk segera mengurus legalitas usaha mereka.

Menghadapi tantangan dalam berwirausaha, Sulastri menekankan pentingnya mentalitas baja dan keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Meskipun ia seorang pengajar, kemampuannya dalam membagi waktu antara kewajiban profesi, mengelola usaha, dan peran dalam keluarga membuktikan bahwa keterbatasan waktu bukanlah penghalang utama untuk meraih kesuksesan.

Rencana pengembangan usaha ke depannya berfokus pada peningkatan desain kemasan yang lebih modern agar produk dapat masuk ke gerai ritel modern. Selain itu, upaya untuk menjaga pasokan singkong ketan melalui kemandirian menanam di lahan sekitar juga menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga.

"Intinya kalau kita mau usaha, jangan takut. Bismillah diniati insyaallah pasti ada rezeki, jangan mudah menyerah, dan tetap semangat. Gagal coba lagi, gagal coba lagi," simpulnya.

Maka dapat dipastikan perjalanan usaha Manggleng Crispy adalah sebuah inspirasi bagi para pelaku UMKM muda untuk tidak takut gagal dan terus mencoba. Dengan niat yang tulus, ketekunan, dan kemauan untuk terus belajar, setiap usaha kecil memiliki potensi besar untuk berkembang dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. (Fattah Zakaria)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....