Ratih Alifah Dorong UMKM Lokal Melalui Festival Sokaraja 2026

  • 09 Jun 2026 08:39 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Festival Sokaraja 2026 berlangsung meriah di kawasan Ndalem Jernih, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Kegiatan tersebut merupakan hasil gagasan Ratih Alifah yang ingin menghidupkan kembali ruang publik bersejarah sekaligus mendorong pemberdayaan UMKM melalui pendekatan budaya.

Ratih Alifah menjelaskan, ide Festival Sokaraja berawal dari program bertajuk "Sokaraja Punya Cerita" yang diajukannya kepada Kementerian Kebudayaan pada tahun 2024. Program tersebut kemudian memperoleh dukungan Dana Indonesiana dan berkembang menjadi Festival Sokaraja yang mulai dilaksanakan pada tahun 2026.

“Jadi saya mengajukan proposal di tahun 2024 dengan nama adalah Sokaraja Punya Cerita. Kemudian di tahun 2025 dari Kementerian Kebudayaan itu memberikan approve atau penerimaan untuk program yang saya jalankan. Kemudian digantilah dengan namanya menjadi festival,” kata Ratih.

Menurut Ratih, Festival Sokaraja tidak hanya bertujuan memperkenalkan kembali bangunan bersejarah Ndalem Jernih kepada masyarakat, tetapi juga menghadirkan ruang yang dapat dimanfaatkan oleh warga untuk berkegiatan. Melalui festival tersebut, pelaku UMKM lokal memperoleh kesempatan mempromosikan produk sekaligus memperluas pasar mereka.

“Jadi untuk tujuannya dari Festival Sokaraja ini adalah pemberdayaan ruang publik, yaitu bangunan historikal Ndalem Jernih Sokaraja. Tujuannya untuk memperkenalkan bangunan sejarah kepada masyarakat,” ujarnya.

Berbagai kegiatan diselenggarakan dalam festival tersebut, mulai dari Mlaku-mlaku Neng Sokaraja, Pasar Lama, pelatihan digital UMKM, workshop budaya, hingga pertunjukan video mapping. Konsep Pasar Lama yang mengusung nuansa historis menjadi wadah bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan kuliner tradisional, kerajinan, dan produk kreatif khas Sokaraja.

Ratih berharap Festival Sokaraja dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang dengan konsep yang lebih besar dan melibatkan lebih banyak masyarakat. Ia juga berharap festival tersebut mampu menjadi sarana berkelanjutan untuk mengangkat potensi UMKM serta memperkuat identitas budaya Sokaraja.

“Bagi panitia dan juga masyarakat Sokaraja, inginnya adalah tahun depan bisa dijalankan kembali dengan konsep yang mungkin lebih baik dari hari ini, mungkin lebih besar dari Festival Sokaraja hari ini, dan bisa selalu berkelanjutan untuk kegiatan Festival Sokaraja,” katan Ratih.

Antusiasme masyarakat yang tinggi selama pelaksanaan festival menunjukkan besarnya dukungan terhadap upaya pelestarian budaya yang berdampak langsung pada perekonomian warga. Ke depan, Festival Sokaraja diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat posisi UMKM lokal sekaligus menjadikan ruang-ruang bersejarah sebagai pusat aktivitas budaya dan ekonomi kreatif masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....