UMKM Bicara: Cerita di Balik Usaha Peyek Kulina Banyumas
- 18 Agt 2026 14:34 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Berawal dari keinginan memiliki usaha yang dapat dikelola dari rumah, Tri Suliawati berhasil mengembangkan usaha Peyek Kulina Banyumas sejak akhir 2018. Bermula dari mencoba resep milik saudara, usaha tersebut kini dipasarkan melalui warung, media sosial, hingga menjangkau pelanggan dari luar kota.
Kisah tersebut disampaikan Tri Sulistiowati selaku pemilik Peyek Kulina Banyumas saat hadir dalam program UMKM Bicara Pro 1 RRI Purwokerto, pada Senin (17/8/2026). Ia mengaku awalnya hanya mencoba membuat peyek setelah melihat saudaranya menjalankan usaha serupa.
"Sebenarnya usaha peyeknya iseng, karena saya berpikir ingin punya usaha tapi dari rumah yang bisa di-handle sendiri sama anak juga dijaga sendiri," ujar Tri.
Menurutnya memulai usaha tidak semudah yang di bayangkan, konsistensi rasa dan kerenyahan perlu dijaga untuk mempertahankan kualitas. Butuh beberapa kali trial and error untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Diawal merintis, Tri mencoba menjajakan pada warung terdekatnya. Setelah mendapat masukan dan memperbaiki kualitas rasa, peyek buatannya mulai diterima.
Dari awalnya hanya menitipkan produk di satu warung, Tri kemudian memperluas pemasaran ke sejumlah warung kecil. Ia juga mulai memperhatikan aspek legalitas produk agar konsumen merasa lebih aman dan percaya.
Usaha yang dirintis secara sederhana tersebut kemudian berkembang melalui pemasaran digital. Tri memanfaatkan Facebook dan sejumlah media sosial untuk memperkenalkan produknya. Strategi tersebut ternyata memberikan dampak besar terhadap perkembangan usaha.
"Alhamdulillah dari situ malah justru pelanggan saya banyak. Banyak yang tertarik, maksudnya peyek seperti itu dari online. Jadi alhamdulillah sampai sekarang pelanggan saya justru lebih banyak yang dari online," katanya.
Peyek Kulina Banyumas kini memiliki empat varian, yakni kacang hijau, kedelai hitam, kacang, dan udang rebon. Varian kacang hijau dan udang rebon menjadi produk yang paling banyak diminati pelanggan.
Untuk menjaga cita rasa, Tri memberikan perhatian khusus pada proses produksi, terutama ketebalan adonan, tingkat kematangan, hingga proses penirisan. Menurutnya, sisa minyak yang masih menempel pada peyek dapat membuat produk lebih cepat melempem. Pengemasan juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas.
Setelah mengalami pengalaman peyek rusak ketika pertama kali mengirim produk ke luar kota, Tri kini menggunakan kemasan toples berukuran besar untuk pengiriman jarak jauh agar produk lebih aman selama perjalanan.
Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, Tri memilih mempertahankan kualitas rasa sebagai strategi utama. Ia meyakini pelanggan yang merasa puas akan kembali membeli dan merekomendasikan produk kepada orang lain.
Selain pemasaran melalui media sosial, Tri juga menerapkan strategi "jemput bola" ketika penjualan sedang sepi. Ia menghubungi kembali pelanggan yang sudah cukup lama tidak melakukan pemesanan, sembari tetap menjaga hubungan baik dengan mereka.
"Saya tetap optimis. Kadang saya selalu menyemangati diri sendiri, saya harus bisa, saya harus berdiri dan saya harus bangkit," tuturnya.
Tri juga mendorong pelaku UMKM pemula untuk tidak takut memulai usaha meski dengan modal terbatas. Menurutnya, produk perlu diuji terlebih dahulu kepada orang-orang terdekat untuk mendapatkan masukan mengenai rasa dan kualitas sebelum dipasarkan lebih luas.
Ia berharap Peyek Kulina Banyumas dapat terus berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas. Bagi Tri, perjalanan membangun usaha mengajarkan pentingnya keberanian untuk memulai, konsistensi menjaga kualitas, serta kemampuan untuk terus bangkit ketika menghadapi tantangan. (Safira)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....