Nila Crispy Sarmila, Inovasi Olahan Ikan Lokal yang Tembus Pasar Digital

  • 03 Jul 2026 15:18 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Melimpahnya potensi perikanan lokal di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mendorong kreativitas pelaku usaha untuk memberikan nilai tambah pada komoditas mentah. Langkah inovatif ini berhasil dibuktikan oleh Sri Narsih, S.Pi., seorang pelaku UMKM asal Purwokerto yang sukses menyulap ikan nila ukuran kecil menjadi cemilan bernilai jual tinggi bermerek "Nila Crispy Sarmila".

Sri Narsih membagikan kisah inspiratifnya dalam mengoptimalkan potensi perikanan daerah pada Dialog UMKM Bicara, Senin (29/6/2026). Ia mengungkapkan, ide bisnis ini berawal dari keprihatinannya melihat ikan nila berukuran kecil hasil bongkar kolam peternak yang sering kali tidak termanfaatkan dengan maksimal

"Di Banyumas itu dan sekitarnya itu kan ikan itu melimpah, belum dimanfaatkan. Yang diambil itu biasanya kan yang ukuran gede-gede tok, Mas. Tapi saya kok melihat kalau orang bongkar kolam itu kan ada ikan kecil-kecilnya tuh. Lah itu yang rata-rata itu tidak dimanfaatkan, ibaratnya hanya ikan buangan," ujar Sri.

Berbekal latar belakang pendidikan di bidang perikanan, Sri melakukan riset mandiri selama dua tahun sejak fokus menekuni usaha ini secara penuh pada 2019. Melalui berbagai proses trial and error, ia berhasil menemukan formula agar produk keripik ikannya tidak amis, renyah, memiliki ketahanan simpan hingga enam bulan di suhu ruang tanpa pengawet, serta bebas dari kandungan minyak berlebih berkat proses mekanis spinning.

Guna menjaga konsistensi kualitas, Sri menerapkan standar ketat bagi bahan baku yang masuk ke rumah produksinya. Produk Nila Crispy Sarmila hanya menggunakan ikan nila segar berukuran 5 hingga 7 sentimeter yang diperoleh dari puluhan pemasok lokal di wilayah Banyumas, Purbalingga, hingga Banjarnegara.

Standar tersebut sengaja dibentuk demi menjaga tekstur agar tidak hancur saat diproses dan durinya tetap aman dikonsumsi anak-anak. Kini, produk olahan perikanan asli Bobosan, Purwokerto Utara ini telah mengantongi berbagai legalitas resmi, mulai dari PIRT, sertifikasi Halal, hingga sertifikat kelayakan pengolahan pangan (SKP) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Pemasarannya pun telah merambah ranah digital nasional melalui lokapasar (marketplace) seperti Shopee dan TikTok, sehingga menjadi solusi bagi para orang tua untuk mengenalkan pemenuhan protein ikan pada anak secara praktis. Di akhir dialog, Sri Narsi berpesan kepada sesama pelaku UMKM untuk terus konsisten menghadapi hambatan pasar. Menurutnya, tantangan bisnis harus dihadapi dengan evaluasi produk secara berkala demi kepuasan pelanggan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....