Akses Kredit Jadi Kebutuhan PKL Purwokerto, Pedagang Harap Proses Lebih Mudah

  • 20 Jun 2026 10:31 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Akses permodalan masih menjadi kebutuhan penting bagi para pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Alun-alun Purwokerto, terutama saat kondisi usaha mengalami penurunan akibat faktor cuaca maupun perubahan musim. Namun demikian, para pedagang berharap akses kredit dari lembaga keuangan dapat dibuat lebih sederhana, cepat, dan tidak menyulitkan.

Ketua Paguyuban PKL Alun-alun Purwokerto, Alianto, mengatakan kebutuhan akses kredit di kalangan pedagang kecil sebenarnya cukup besar. Menurutnya, pelaku usaha mikro membutuhkan dukungan permodalan untuk menjaga keberlangsungan usaha, terutama ketika pemasukan tidak stabil.

“Kalau terkait akses kredit memang sangat membutuhkan. Tetapi kami juga melihat kondisi masing-masing anggota, bagaimana usahanya dan kemampuannya. Kami tetap terbuka apabila ada pihak perbankan atau lembaga lain yang ingin bersinergi,” ujarnya dalam wawancara bersama RRI.

Meski begitu, Alianto mengungkapkan masih ada sejumlah kendala yang dihadapi para pedagang saat mengakses kredit formal dari perbankan. Salah satu persoalan utama adalah minimnya pemahaman sebagian pedagang terhadap prosedur administrasi dan persyaratan perbankan yang dinilai cukup rumit.

Menurutnya, banyak pedagang kaki lima menginginkan proses pengajuan yang lebih praktis tanpa tahapan yang terlalu berbelit. Ia menilai kemudahan akses kredit sejalan dengan semangat pemerintah dalam memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk PKL.

“Yang penting kalau memang membutuhkan, prosesnya jangan terlalu ribet. Pemerintah juga ingin memberdayakan pedagang kecil supaya usaha tetap berjalan,” katanya.

Di sisi lain, Alianto menyebut sebagian besar pedagang di bawah paguyubannya sejauh ini masih mampu bertahan tanpa terlalu bergantung pada pinjaman, terutama ketika kondisi penjualan sedang baik. Namun, situasi berbeda terjadi saat musim sepi atau cuaca tidak mendukung aktivitas perdagangan.

Ketika pemasukan menurun, kebutuhan modal tambahan menjadi penting untuk menjaga ketersediaan bahan dagangan dan kebutuhan operasional harian. Kredit skala kecil dinilai cukup membantu pedagang bertahan hingga kondisi usaha kembali normal.

“Kalau musim sedang bagus, Alhamdulillah bisa jalan tanpa pinjaman. Tapi kalau kondisi sedang sulit, minimal ada tambahan modal kecil untuk bertahan beberapa hari atau seminggu, itu sangat membantu,” katanya.

Alianto berharap ke depan lembaga perbankan dapat menghadirkan sistem pembiayaan yang lebih ramah bagi pedagang kecil. Selain proses yang lebih cepat dan sederhana, penilaian kredit menurutnya juga perlu mempertimbangkan aktivitas usaha harian para pedagang.

Ia menegaskan para PKL pada dasarnya memiliki komitmen untuk bertanggung jawab dalam memenuhi kewajiban pembayaran kredit, sebab aktivitas usaha mereka dilakukan secara tetap di lokasi yang sama dan mudah dipantau.

“Harapannya aksesnya tidak berbelit, cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan. Kami ini setiap hari berdagang di tempat yang sama, jadi ada tanggung jawab juga. Intinya ingin dipermudah agar usaha kecil tetap bisa bertahan,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....