Olahan Singkong ini Tembus Pasar Luar Kota
- 26 Feb 2026 08:41 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto : Singkong adalah salah satu tumbuhan yang dapat diolah menjadi berbagai makanan. Berawal dari singkong, camilan sederhana ini justru membawa berkah bagi warga Desa Karangdadap. Sejak 2016, Suwardi konsisten memproduksi opak singkong dan kini pemasarannya sudah menjangkau luar daerah.
“Di tempat saya hampir mayoritas itu pembuat opak singkong. Saya melihat prospeknya baik untuk kedepannya,” ujar Suwardi salah satu penghasil opak singkong, dalam dialog Jelita Pro 1 RRI Purwokerto. Dari situlah usaha ini dimulai dan terus bertahan hingga sekarang.
Dalam prosesnya, bahan baku menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Tidak semua singkong bisa dipakai. Singkong yang pahit atau lengket saat diolah tidak digunakan karena memengaruhi rasa dan kualitas opak. Biasanya, bahan baku yang dipakai diambil dari singkong daerah Wonosobo dan Cilongok.
Kendala terbesar yang saat ini dihadapi adalah cuaca. Produksi masih mengandalkan sinar matahari. Jika cuaca normal opak singkong hanya memerlukan waktu 2 hari. Akan tetapi, saat musim hujan, proses pengeringan bisa molor hingga 3-4 hari.
| Baca juga: Inovasi Kue Kering Rockers Jadi Ladang Usaha |
Dalam sehari, sekitar 150 kilogram singkong dapat diproduksi oleh 3 orang pekerja. Hasilnya bisa mencapai 12-13 bal opak mentah. Produk ini biasanya diambil setiap minggu oleh tengkulak dalam jumlah besar, bahkan sampai luar kota seperti Kebumen dan Pemalang. Untuk harga, satu bal grosir dibanderol sekitar Rp 65.000,-
Saat ini, persaingan harga semakin ketat melihat sudah banyak produsen opak singkong. Namun, Suwardi tetap optimis. Harapannya ke depan harga bisa stabil dan persaingan tetap sehat. Untuk mempertahankan keberlanjutan usaha, produksi opak singkong ini juga melihat peluang adanya pemasaran melalui media sosial agar usaha opak singkong ini semakin dikenal luas.
Dari singkong yang sederhana, lahir usaha yang menggerakkan ekonomi keluarga. Kisah Suwardi membuktikan, selama ditekuni dengan konsisten, potensi lokal bisa menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan. (Dwinanda)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....