Inovasi Belanja Pakai Sampah di UMKM Desa Kutasari
- 28 Jan 2026 11:14 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: UMKM Desa Kutasari menghadirkan konsep unik dalam memasarkan produknya saat menjajakan aneka camilan di Kantor RRI Purwokerto pada Rabu (28/1/2026). Produk yang ditawarkan merupakan hasil Kelompok Usaha Bersama RT 01 RW 02 Gang Remaja, Kecamatan Baturaden.
Nurhayatni, selaku pelaku UMKM Desa Kutasari, menjadi pelopor pemasaran berbagai produk unggulan mulai dari keripik hingga hasil pertanian warga. Kelompok ini juga berperan sebagai wadah bagi ibu-ibu desa untuk meningkatkan ekonomi keluarga melalui usaha kreatif.
"Kita tampung jadi satu dalam wadah untuk UMKM Desa Kutasari, ada yang jual nasi rames, ada yang jual jajanan, hasil pertanian kayak gitu" ungkap Nurhayatni.
Salah satu daya tarik utama adalah sistem pengelolaan bank sampah yang terintegrasi dengan transaksi produk. Pembeli dapat menukarkan sampah dari produk yang dibeli dengan barang lain sesuai nilai sampah tersebut.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah bagi para pelanggan setia. Inovasi tersebut membuktikan bahwa pelaku UMKM Baturaden sangat peduli terhadap masalah kebersihan lingkungan desa.
"Jadi kita padukan jadi satu di tempat wadah. Kebetulan tempatku juga ada Kelompok Wanita Tani yang punya produk unggulan keripik bayam brasil dan stik" ujarnya.
Strategi pemasaran yang digunakan sudah merambah dunia digital melalui pemanfaatan media sosial secara aktif. Mereka menggunakan platform TikTok, Instagram, hingga status WhatsApp untuk memperluas jangkauan pasar hingga ke luar daerah.
Meskipun menghadapi tantangan permodalan, semangat ibu-ibu di Desa Kutasari untuk tetap eksis sangatlah tinggi. Perputaran modal yang cepat menjadi kunci utama agar produksi camilan tradisional ini tetap berjalan setiap hari.
"Harapannya kita mendapatkan perhatian untuk UMKM-nya lebih kayak gitu. Terus untuk penjualan semoga kita semakin eksis semakin dikenal di seluruh masyarakat” ungkapnya
Melalui UMKM Kutasari, diharapkan produk lokal Baturaden semakin dikenal luas oleh masyarakat Banyumas. Sinergi antara ekonomi kreatif dan pelestarian lingkungan melalui bank sampah menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya. (Muhamad Saepul Saputra)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....