Kenaikan Harga Plastik Paksa Pelaku UMKM Putar Otak
- 15 Apr 2026 22:41 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Kenaikan harga plastik kini menjadi perbincangan di tengah masyarakat, khususnya di kalangan pelaku UMKM. Fenomena ini tidak hanya ramai di media digital, tetapi juga dirasakan langsung dampaknya oleh para pedagang kecil yang bergantung pada plastik sebagai bahan utama pengemasan produk.
Salah satu pelaku UMKM sekaligus Kabid Digital dan Media Aspikmas Banyumas, Marfungah, menyebut bahwa lonjakan harga plastik membawa dampak signifikan terhadap operasional usaha. Para pelaku usaha kini harus memutar otak untuk menyesuaikan biaya produksi tanpa mengorbankan kualitas maupun daya beli konsumen.
“Untuk fenomena kenaikan harga plastik ini memang sangat ramai, dan kami sebagai pelaku UMKM merasakan dampaknya luar biasa,” ucapnya kepada RRI, Selasa (14/4/2026).
Meski demikian, peralihan dari plastik ke bahan ramah lingkungan bukan perkara mudah. Banyak pelaku usaha yang masih bertahan menggunakan plastik karena berbagai pertimbangan, mulai dari biaya hingga kebiasaan konsumen yang belum sepenuhnya berubah.
Selain itu, kenaikan harga plastik turut memengaruhi perhitungan harga pokok produksi (HPP). Pelaku usaha dihadapkan pada dilema antara menaikkan harga jual atau menekan biaya di sisi lain, seperti mengurangi gramasi produk.
“Untuk beralih ke non plastik itu butuh proses, tidak bisa langsung. Karena kami juga harus memikirkan HPP dan apakah harga jual nanti dinaikkan atau tidak,” ujarnya.
Di sisi lain, mahalnya plastik justru dinilai bisa menjadi momentum positif bagi gerakan peduli lingkungan. Kondisi ini dapat dimanfaatkan untuk mendorong masyarakat dan pelaku usaha beralih ke kemasan yang lebih ramah lingkungan.
Namun, tantangan terbesar terletak pada perubahan pola pikir. Selama ini plastik dianggap sebagai pilihan paling praktis dan ekonomis, sehingga mengubah kebiasaan tersebut membutuhkan edukasi yang konsisten dan berkelanjutan.
“Yang paling berat itu mengubah mindset, karena mereka sudah nyaman pakai plastik sejak lama, apalagi dulu harganya murah dan praktis,” tuturnya. (Ilham Ramdhani).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....