Ecoprint : Inovasi Fashion Kreatif Ramah Lingkungan

  • 17 Okt 2025 08:27 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas : Ecoprint adalah teknik fashion kreatif yang menggunakan bahan-bahan alami untuk menciptakan motif dan desain yang unik pada kain.

Dalam dialog Mozaik Indonesia Pro 1 RRI Purwokerto, kali ini membahas “Inspirasi Wirausaha Ecoprint Banyumas yang menghadirkan narasumber Dwi Kurniati, S.Pd. seorang pemilik El Gallery.

Dwi Kurniati berbagi pengalamannya dalam memulai usaha Ecoprint. Ketertarikannya pada ecoprint bermula saat ia melihat stan UMKM Ecoprint di sebuah festival karawitan di pendopo Wakil Bupati. Ia terkesima dengan motiv alami dan harga jual yang tinggi,yang membuatnya termotivasi untuk belajar.

“Ecoprint lebih dari sekedar usaha, bagi saya sebagai wadah untuk berkreasi dan menjaga kelestarian alam. Proses pembuatan Ecoprint memerlukan waktu 3- 5 hari, karena memerlukan beberapa tahapan seperti, scoring (perendaman kain 1 malam untuk menghilangkan bahan kimia) ,dilanjutkan dengan tahapan mordan (pengikatan getah ), penataan daun, oksidasi hingga fiksasi warna,” ungkap Dwi Kurniati.

Dalam menjalani wirausaha ini, Dwi kurniati juga mempunyai tantangan, salah satunya adalah ketersediaan bahan baku alamai, seperti kain dari bahan alami dan daun daunan. Maka, untuk mengatasi permasalahannya, ia juga menanam sendiri beberapa jenis tanaman yang ia butuhkan daun dan bunganya.

El Galery tak hanya memproduksi kain dari motiv alami saja, kain – kain tersebut dikreasikan juga menjadi bahan dasar baju/kemeja, syal, topi, tas hingga untuk sampul buku dengan motiv ecoprint. Di sela kesibukannya sebagai tenaga pengajar, ia juga terbuka untuk masyarakat maupun mahasiswa yang ingin belajar membuat ecoprin.

“Kalau mau memulai usaha mulai dengan niat, bisnis bukan hanya tentang keuntungan, tapi kita tetap harus memikirkan dampak positif untuk lingkungan berkarya harus sesuai dengan bakat, kemampuan. Namanya usaha pasti ada pasang surutnya,” lanjutnya.

“Ketika bisnis yang dijalani bukan bidang yang disenangi/hobbynya maka akan cepat merasa down. Begitu juga sebaliknya ketika menjalani sesuai dengan bidangnya maka akan menikmati, merasa senang dan tidak dijadikan sebagai beban,” pungkasnya. (Maryam)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....