Beromzet Manis, BUMDes Gumelar Sukses Kembangkan Melon Hidroponik
- 19 Jul 2026 23:57 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Sebuah inovasi pertanian membuahkan hasil manis di kawasan perbukitan Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas Jawa Tengah. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Artha Lestari sukses mengubah pola bertani konvensional masyarakat setempat menjadi budidaya melon modern dengan sistem greenhouse dan hidroponik. Kini, hasil panen yang melimpah dengan kualitas buah yang manis dan segar menjadi daya tarik baru bagi masyarakat.
Wilayah perbukitan yang selama ini identik dengan pertanian konvensional, kini terbukti mampu menghasilkan buah melon berkualitas premium. Keberhasilan budidaya melon ini tidak lepas dari peran Direktur BUMDes Artha Lestari (Arles) Desa Gumelar, Guno Purtopo.
Di bawah kepemimpinannya, BUMDes yang berdiri sejak tahun 2014 tersebut terus bergerak dinamis mengembangkan berbagai unit usaha. Mulai dari pengolahan tepung tapioka, PAMDes, budidaya pisang mas kirana, hingga yang terbaru adalah budidaya melon dengan sistem hidroponik di dalam greenhouse.
Untuk menghasilkan buah berkualitas tinggi, setiap tanaman menjalani perawatan intensif. Proses tersebut meliputi polinasi (penyerbukan), penyemprotan hama, pelilitan tanaman, pruning (pemangkasan) daun dan cabang, serta seleksi buah yang ketat. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi teknologi pertanian mampu meningkatkan produktivitas sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.
Menurut pengelola BUMDes Artha Lestari, Hariwoto, program budidaya melon ini berawal dari upaya mengajak para petani beralih dari sistem tanam konvensional menuju budidaya modern. "Awalnya dari BUMDes Artha Lestari mengajak petani yang sebelumnya bertani secara konvensional untuk mencoba budidaya melon dengan sistem hidroponik di greenhouse. Alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan, buahnya lebih besar dan kualitasnya juga lebih baik," ujar Hariwoto.
Saat ini, BUMDes membudidayakan tiga varietas melon unggulan, yaitu dalmatian, melon madu, dan rock melon. Ketiga jenis melon ini memiliki cita rasa yang manis dengan kandungan air tinggi, sehingga sangat menyegarkan saat dikonsumsi.
Meski berada di kawasan perbukitan pegunungan, kondisi iklim di Gumelar justru dinilai sangat mendukung pertumbuhan tanaman melon. Dari sekitar 880 tanaman yang dibudidayakan, setiap pohon mampu menghasilkan buah dengan berat rata-rata sekitar dua kilogram.
Produksi yang melimpah ini menjadi bukti bahwa lahan perbukitan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sentra hortikultura bernilai ekonomi tinggi. "Jumlah tanaman yang kami budidayakan sekitar 880 pohon. Rata-rata setiap pohon menghasilkan buah dengan berat sekitar dua kilogram, sehingga hasil panennya cukup melimpah," tambah Hariwoto.
Panen raya melon ini pun langsung memikat perhatian masyarakat, baik warga lokal maupun dari luar desa. Banyak warga sengaja datang berbondong-bondong untuk membeli buah langsung dari kebun sekaligus menikmati suasana di dalam greenhouse.
Selain mendapatkan buah yang jauh lebih segar, harga yang ditawarkan juga sangat ramah di kantong, yaitu sekitar Rp25.000 per kilogram—lebih murah dibandingkan harga di pasaran.
Salah seorang pengunjung, Siti, mengaku sangat terkesan dengan rasa buah dan pengalaman memetik langsung di kebun ini.
"Rasanya manis, mantap sekali. Kami memang rutin jalan-jalan setiap minggu, lalu melihat kebun melon ini dan kebetulan sedang mulai panen, jadi kami mampir. Harganya sangat terjangkau, hanya sekitar dua puluh lima ribu rupiah per kilogram. Dibandingkan di pasar, di sini lebih murah. Buahnya juga segar, manis, dan cocok sekali untuk dinikmati bersama keluarga," ungkap Siti.
Keberhasilan BUMDes Artha Lestari membudidayakan melon di kawasan perbukitan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Banyumas maupun daerah lainnya untuk terus berinovasi dalam sektor pertanian. Melalui penerapan teknologi budidaya modern, petani tidak hanya mampu meningkatkan hasil panen, tetapi juga menghadirkan produk hortikultura berkualitas yang memiliki nilai jual lebih tinggi demi mendongkrak kesejahteraan masyarakat desa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....