Seminar Nasional Dorong UMKM Hadapi Industri 5.0

  • 15 Sep 2025 14:58 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas: Dalam upaya memperkuat peran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menghadapi tantangan zaman, digelar seminar nasional dengan mengusung tema “Optimalisasi UMKM melalui Strategi Marketing dan Transformasi Era Industri 5.0”, pada Senin (15/09/2025). Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Utama UIN Saifuddin Zuhri Purwokerto, menghadirkan para pakar yang telah lama bergelut di dunia pemberdayaan UMKM.

Pujianto S.E, selaku pemateri pertama sekaligus Ketua Asosiasi Pengurusan Mikrokecil Menengah Kabupaten Banyumas (ASPIKMAS) mengungkapkan, UMKM kerap terjebak dalam pola pikir sebagai pedagang semata, sehingga kurang berfokus membangun bisnis yang berkelanjutan. Ia menekankan, perlunya pendampingan intensif, terutama dalam aspek legalitas, permodalan, hingga pemasaran digital.

“Minimal mereka mendapatkan tambahan informasi baru ya, baik dari saya ataupun mas Novi nantinya. Kemudian yang kedua mereka bisa mengimplementasikan secara bertahap, apa-apa yang kemudian bisa diimplementasikan di bisnis mereka yang kemudian outputnya nanti mereka bisa bertumbuh” ungkap Puji.

Puji menambahkan banyak pelaku UMKM yang masih menjalankan bisnis secara individu sehingga kehabisan energi di hal teknis dan kesulitan melakukan pemasaran, terlebih di ranah digital. Sementara itu, Novi Bayu Darmawan sebagai pemateri kedua, menyoroti pentingnya aksesibilitas dan literasi digital sebagai tantangan utama UMKM untuk bertahan di era Industri 5.0.

Ia menilai, saat ini peluang untuk berkembang justru semakin terbuka karena beragam platform digital dan teknologi berbasis Kecerdasan Buatan (AI) yang dapat dimanfaatkan untuk pemasaran, produksi konten, hingga analisis pasar. Ia mendorong para pelaku UMKM agar adaptif, berani mencoba hal baru, dan mampu belajar dari data yang mereka peroleh untuk terus meningkatkan kualitas produk maupun strategi penjualan.

“Oke, pertama teman-teman di UMKM ini, harus paham bahwasannya digitalisasi produk itu wajib ya. Jadi mereka harus punya foto produk, harus punya video produk, harus memahami siapa konsumennya, kemudian problem apa yang diselesaikan melalui produk yang dia buat. berikutnya adalah bagaimana kemampuan dia memahami tools-tools yang bisa mempermudah alur bisnisnya.” Ujarnya Novi.

Dengan adanya seminar ini, diharapkan para pelaku UMKM dapat memperkuat kapasitasnya, memperluas jangkauan pemasaran, serta mampu bertransformasi secara berkelanjutan menghadapi dinamika industri yang terus berkembang. Melalui kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan komunitas UMKM, diharapkan lahir inovasi dan strategi baru yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara lebih signifikan. (Noufal Alvin)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....