UMKM Banyumas Tumbuh Pesat, Pendampingan Jadi Kebutuhan
- 05 Agt 2026 19:10 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Jumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Banyumas mengalami lonjakan signifikan dalam setahun terakhir. Dari sekitar 90 ribu unit usaha pada 2024, jumlahnya meningkat menjadi lebih dari 230 ribu UMKM pada 2025.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menilai pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat untuk berwirausaha. Namun, menurutnya, peningkatan jumlah pelaku usaha harus diimbangi dengan penguatan kapasitas agar UMKM tidak hanya bertambah secara kuantitas, tetapi juga mampu berkembang dan naik kelas.
"Hal ini menunjukkan bahwa semangat berwirausaha masyarakat Banyumas terus tumbuh," ujar Sadewo saat membuka Pelatihan Vokasi Kuliner Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang diselenggarakan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Pendopo Si Panji Purwokerto, Selasa (4/8/2026).
Ia mengatakan, pengembangan UMKM tidak cukup hanya mengandalkan semangat berwirausaha. Pelaku usaha juga membutuhkan akses permodalan, pendampingan, serta peningkatan keterampilan agar mampu bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat.
Menurutnya, masih banyak pelaku usaha, terutama dari kalangan keluarga prasejahtera, yang memerlukan dukungan agar usahanya dapat berkembang secara berkelanjutan. Karena itu, kehadiran lembaga seperti PNM dinilai memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga mitra pendamping bagi para pelaku UMKM.
Sadewo juga mengapresiasi pelatihan yang memadukan praktik pengolahan produk kuliner dengan pemasaran digital. Menurutnya, kemampuan memasarkan produk secara kreatif menjadi faktor penting agar UMKM mampu memperluas jangkauan pasar di era digital.
"Hal ini sangat penting, karena di era digital saat ini, kualitas produk harus diiringi dengan kemampuan memasarkan produk secara kreatif dan efektif agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas," katanya.
Sementara itu, Pimpinan PNM Cabang Purwokerto Rohmat Agus Pranoto mengatakan, pemberdayaan UMKM tidak cukup dilakukan melalui pembiayaan finansial. Pelaku usaha juga perlu dibekali pengetahuan, keterampilan, dan inovasi agar mampu meningkatkan kualitas produk, memperkuat pemasaran, serta memperbaiki pengelolaan usaha.
Melalui pelatihan tersebut, PNM memberikan pembekalan kepada 150 pelaku UMKM kuliner yang merupakan mitra binaannya. Para peserta memperoleh materi mengenai pengembangan produk, strategi pemasaran digital, hingga pengelolaan usaha agar lebih kompetitif.
"Hari ini kami mengundang 150 ibu-ibu pengusaha kuliner yang merupakan mitra binaan kami. Melalui pelatihan ini kami ingin membantu mereka meningkatkan kualitas produk, memperkuat pemasaran, memperbaiki pengelolaan usaha, serta memanfaatkan peluang bisnis yang semakin berkembang," ujar Rohmat.
Hingga Juli 2026, PNM telah membina 125.971 nasabah di Kabupaten Banyumas dengan total penyaluran pembiayaan mencapai Rp973 miliar. PNM berkomitmen terus mendampingi pelaku UMKM, khususnya perempuan, agar semakin mandiri dan mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi keluarga maupun daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....