Mahasiswa KKN UIN Saizu Dorong Digitalisasi UMKM di Desa Gebangsari
- 08 Agt 2026 21:41 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Pelaku UMKM di Desa Gebangsari, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas mulai didorong untuk memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usahanya. Upaya tersebut dilakukan mahasiswa KKN UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Kelompok 033 melalui pendampingan literasi digital dan branding marketing, Jumat (7/8/2026).
Pendampingan tersebut mengajarkan tiga hal yang dinilai dapat membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pemasaran, yakni penggunaan QRIS, pemanfaatan Google Maps, serta penguatan branding dan pemasaran produk.
Materi diberikan dengan menyesuaikan kebutuhan peserta. Mahasiswa mengenalkan QRIS sebagai alternatif pembayaran digital, sementara Google Maps dimanfaatkan agar lokasi usaha lebih mudah ditemukan calon konsumen. Peserta juga diajak memahami pentingnya membangun identitas produk dan strategi pemasaran agar usaha lebih mudah dikenal.
Tidak berhenti pada penyampaian materi, peserta kemudian dibagi dalam lima kelompok untuk mengikuti Focus Group Discussion (FGD). Dalam sesi tersebut, mereka didampingi secara langsung untuk mempraktikkan pendaftaran QRIS, mengelola informasi usaha di Google Maps, serta mendiskusikan strategi branding dan pemasaran produk.
Sekitar 17 hingga 20 pelaku UMKM mengikuti kegiatan tersebut. Diskusi berlangsung interaktif karena peserta turut menceritakan kondisi usaha dan kendala yang mereka hadapi. Hal itu menjadi bahan bagi mahasiswa untuk memberikan pendampingan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.

Koordinator Desa KKN Kelompok 033, Rafli Maolana, mengatakan digitalisasi UMKM tidak cukup hanya dengan mengenalkan berbagai perangkat teknologi. Menurutnya, pemanfaatan teknologi juga perlu diarahkan agar mampu mendukung pengembangan usaha secara berkelanjutan.
“Bagi kami, digitalisasi UMKM bukan sekadar mengajarkan cara membuat QRIS atau mendaftarkan di Google Maps. Lebih dari itu, kami ingin membuka jalan agar UMKM Desa Gebangsari mampu dikenal lebih luas melalui sinergi antara mahasiswa KKN, Kopdes, dan BUMDes agar dapat berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima RRI, Sabtu (8/8/2026).
Kepala Desa Gebangsari Eko Adi Purwanto mengapresiasi pendampingan tersebut. Pemerintah desa, kata dia, mendukung upaya mahasiswa membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Kami dari Pemerintah Desa Gebangsari mengapresiasi dan mendukung pendampingan ini. Semoga digitalisasi UMKM dapat terus berlanjut dan menguatkan ekonomi desa,” katanya.
Pendampingan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM Desa Gebangsari untuk memperluas jangkauan usahanya. Pemanfaatan QRIS, Google Maps, serta strategi branding dan pemasaran diharapkan membuat usaha warga lebih mudah ditemukan, dikenal, dan dipasarkan kepada konsumen yang lebih luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....