BI dan UMP Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Keuangan Digital
- 01 Jun 2025 20:50 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas: Dalam upaya memperkuat edukasi masyarakat mengenai literasi keuangan digital, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggandeng Bank Indonesia (BI) Purwokerto dalam penyelenggaraan Library Festival UMP 2025. Hari kedua festival ini, menghadirkan talkshow bertajuk “Memahami Ekonomi Syariah, Mengoptimalkan QRIS, dan Meningkatkan Perlindungan Konsumen” yang menjadi sorotan pengunjung dan peserta.
Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Mahdi Abdillah, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa transaksi melalui QRIS di wilayah Banyumas telah menembus angka 5 juta transaksi per bulan. Namun, menurutnya, capaian tersebut harus dibarengi dengan peningkatan edukasi konsumen.
“Bank Indonesia mendukung peningkatan literasi masyarakat. Karena kami adalah bank sentral, kami fokus pada edukasi ekonomi. Perpustakaan kami terbuka bagi semua kalangan, dari anak-anak hingga dewasa, sebagai pusat literasi ekonomi yang ramah dan inklusif,” kata Mahdi dalam keterangan tertulis.
Wakil Rektor I UMP Assoc. Prof. Saefurrohman, Ph.D., menambahkan bahwa literasi digital menjadi kebutuhan mendesak, bahkan bagi generasi muda yang akrab dengan teknologi. Ia mencontohkan kasus penipuan yang menimpa salah satu mahasiswanya saat bertransaksi secara daring karena kurang waspada.
“Mahasiswa saya membeli barang secara online dan sudah mentransfer uang, tapi barang tidak datang. Ini bukti bahwa literasi keuangan digital harus menjadi bagian dari edukasi perguruan tinggi,” tegasnya.
Peringatan serupa juga disampaikan oleh narasumber talkshow, Muhammad Hafidz Sidik Pulungan, yang menyoroti maraknya penyalahgunaan QRIS. Ia mengajak peserta untuk lebih cermat dan teliti sebelum melakukan transaksi digital.
“Pernah ada barcode donasi yang saat discan ternyata mengarah ke akun pribadi. Inilah pentingnya ketelitian dalam menggunakan teknologi keuangan,” jelasnya.
Kepala Perpustakaan UMP, Riski Tri Wismanawati, S.Hum., menyampaikan bahwa literasi tidak lagi hanya soal buku, tetapi juga mencakup kemampuan memahami dunia digital. Ia menjelaskan bahwa perpustakaan UMP kini aktif bertransformasi menjadi pusat informasi modern yang menjembatani kebutuhan mahasiswa akan pengetahuan digital dan literasi finansial.
“Melalui Library Festival ini, kami ingin menunjukkan bahwa perpustakaan bukan hanya tempat membaca, tapi ruang untuk membentuk generasi literat secara menyeluruh. Kolaborasi dengan Bank Indonesia ini membuktikan bahwa literasi keuangan digital juga penting dikuasai mahasiswa,” ujar Riski.
Library Festival UMP berlangsung hingga Rabu (28/5/2025), menghadirkan talkshow lanjutan dan bazar buku dengan berbagai penawaran menarik. Mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum dapat memperoleh buku gratis sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan literasi nasional yang terus digelorakan oleh UMP.
Dengan kolaborasi aktif antara perguruan tinggi dan lembaga keuangan seperti BI, UMP menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi cerdas digital, tangguh secara finansial, dan berdaya saing tinggi di era ekonomi modern.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....