Inflasi di Tengah Tantangan Ekonomi: Stabil, tapi Harus Tetap Waspada

  • 17 Mar 2025 16:42 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Purwokerto: Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, inflasi di Indonesia menunjukkan fenomena yang unik. Meskipun angka inflasi tidak melonjak tinggi, daya beli masyarakat justru stagnan, bahkan mengalami penurunan di beberapa sektor. Kondisi ini menimbulkan berbagai tantangan, baik bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga maupun bagi masyarakat dalam mengelola keuangan mereka.

Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah isupemutusan hubungan kerja (PHK) yang kerap terjadi di beberapa sektor industri. Dampak dari PHK ini berkontribusi pada penurunan daya beli karena pendapatan masyarakat menjadi lebih terbatas. Selain itu, sistem panen yang kurang optimal juga memengaruhi pasokan komoditas pertanian, yang pada akhirnya berdampak pada harga barang kebutuhan pokok.

“Fenomenanya agak unik. Inflasi tidak terlalu tinggi, tetapi daya beli masyarakat juga relatif stagnan, bahkan beberapa diindikasikan agak menurun. Ini justru malah harus hati-hati karena beberapa fenomena, misalnya kita mendengar terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) itu salah satunya. Kemudian juga sistem panen barangkali yang kurang baik juga mempengaruhi pasokan barang-barang, terutama dari komoditas pertanian,” kata Prof. Dr. Suharno, M.Si, Guru Besar dan Koordinator Program Studi Magister Ekonomi Unsoed dalam dialog Mozaik Indonesia.

Dalam kondisi seperti ini, menjaga stabilitas harga menjadi salah satu prioritas utama pemerintah. Namun, tugas ini tidak mudah, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Harga barang di pasar sangat dipengaruhi oleh keseimbangan antara pasokan dan permintaan. Jika pasokan terganggu akibat panen yang kurang baik atau hambatan distribusi, maka harga bisa naik. Sebaliknya, jika daya beli masyarakat melemah, maka perputaran ekonomi pun melambat.

“Itu juga menentukan pergerakan naik turunnya harga secara umum. Artinya, mempertahankan keadaan harga-harga supaya stabil itu kan salah satu tujuan pemerintah, dan enggak mudah ya mempertahankan kestabilan harga di tengah isu global yang kurang menentu,” tambahnya.

Menjelang momen-momen tertentu, seperti Ramadan dan Lebaran, kecenderungan kenaikan harga barang juga perlu diantisipasi. Biasanya, kenaikan ini terjadi akibat meningkatnya permintaan. Oleh karena itu, masyarakat perlu bersikap bijak dalam menyikapi kondisi ekonomi saat ini. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah menghindari panic buying.

Di sisi lain, pemerintah memiliki peran penting dalam mengontrol kestabilan harga agar tidak terjadi lonjakan yang drastis. Salah satu langkah yang dapat diambil adalah dengan melakukan operasi pasar, di mana barang-barang kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih terjangkau.

“Pemerintah kan memiliki andil dalam mengontrol kestabilan harga supaya harganya tidak terus naik. Harapannya tidak terjadi kenaikan yang terlalu drastis, bisa melalui operasi pasar,” pungkasnya.

Situasi ekonomi saat ini menuntut semua pihak untuk lebih berhati-hati. Bagi masyarakat, sikap tenang dan perencanaan keuangan yang baik sangat diperlukan agar tidak terjebak dalam kepanikan akibat fluktuasi harga.

Sementara itu, bagi pemerintah, tantangan terbesar adalah menjaga keseimbangan antara harga yang stabil dan daya beli masyarakat yang tetap kuat. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan inflasi tetap terkendali tanpa mengorbankan kesejahteraan ekonomi secara keseluruhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....