Solusi Bangun Indonesia Cetak Penjualan 6,1 Juta Ton

  • 02 Sep 2026 19:29 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - PT Solusi Bangun Indonesia Tbk mampu menjaga laju pertumbuhan bisnis di tengah tekanan industri semen yang masih menghadapi kelebihan kapasitas, perang harga, hingga lonjakan biaya energi dan logistik.

Hingga semester I 2026, perseroan mencatat total volume penjualan 6,10 juta ton, naik 6,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan volume tersebut menjadi penanda mulai pulihnya permintaan semen, meski pemulihan pasar belum terjadi secara merata.

Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (ASPERSSI) mencatat permintaan semen nasional mulai bergerak positif sepanjang paruh pertama 2026. Percepatan belanja pemerintah untuk pembangunan di daerah dan aktivitas konstruksi menjadi salah satu motor utama pertumbuhan.

Namun, pasar belum sepenuhnya lepas dari tekanan. Daya beli masyarakat yang masih lemah serta kontribusi sektor properti yang belum signifikan membuat pertumbuhan permintaan belum merata di seluruh segmen.

Di tengah situasi tersebut, Solusi Bangun Indonesia memilih memperkuat efisiensi dan mengoptimalkan kapasitas produksi sembari mencari sumber pertumbuhan baru melalui pasar domestik dan ekspor.

Dalam keterangan pers yang diterma oleh RRI Purwokerto, Rabu ( 2/9/2026). Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia, Rizki Kresno Edhie Hambali, mengatakan penguatan daya saing menjadi fokus utama perseroan untuk menghadapi dinamika industri.

“Pertumbuhan volume penjualan menunjukkan bahwa Solusi Bangun Indonesia mampu mengonversi peluang pemulihan permintaan menjadi pertumbuhan bisnis melalui transformasi fundamental khususnya pada penjualan retail. Di saat yang sama, pengembangan pasar ekspor menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang untuk memperluas basis pelanggan,” ujar Rizki.

Strategi tersebut tercermin pada kinerja keuangan perseroan. Pendapatan hingga akhir semester I 2026 mencapai Rp5,5 triliun, tumbuh 10,63% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan pendapatan diikuti kenaikan laba kotor sebesar 15,9% menjadi Rp1,20 triliun. Perseroan juga membukukan EBITDA Rp806 miliar, di tengah tekanan kenaikan harga energi, biaya logistik dan pergerakan nilai tukar.

Sementara itu, laba periode berjalan mencapai Rp278 miliar atau tumbuh 4,31% dibandingkan semester I 2025.Kinerja tersebut menjadi pijakan perseroan untuk menggeber strategi pertumbuhan pada semester II 2026.

Solusi Bangun Indonesia kini membidik wilayah dengan prospek permintaan yang lebih menjanjikan. Jawa Barat menjadi salah satu fokus utama perseroan, seiring pertumbuhan permintaan semen di wilayah tersebut yang mencapai 7,5% secara tahunan.

Bersama SIG sebagai induk usaha, perseroan menghidupkan kembali merek Semen Kujang, yang memiliki sejarah panjang sebagai salah satu merek semen ikonik di Jawa Barat.Reaktivasi Semen Kujang bukan sekadar menghidupkan kembali sebuah merek lama.

“Reaktivasi Semen Kujang merupakan bagian dari cara kami mengoptimalkan kekuatan yang telah dimiliki untuk menciptakan peluang pertumbuhan baru. Kami percaya kombinasi antara ekuitas merek yang kuat, pemahaman terhadap karakter pasar lokal, dan kapabilitas,” ujar Rizki.

Selain mengejar pasar domestik, Solusi Bangun Indonesia semakin agresif membuka keran ekspor. Strategi ini menjadi penting ketika industri semen nasional masih menghadapi persoalan kelebihan kapasitas yang berpotensi menekan harga jual.

Melalui kemitraan strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation, perseroan mengoptimalkan peluang ekspor semen tipe khusus ke Amerika Serikat.Hingga Juni 2026, volume ekspor ke Negeri Paman Sam telah mencapai 97.500 metrik ton. Jumlah tersebut ditargetkan terus meningkat hingga mencapai total 450.000 metrik ton sampai akhir Desember 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....