Di Tengah Tekanan, Kinerja Solusi Bangun Indonesia Positif
- 01 Apr 2026 09:34 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas- Perlambatan industri semen nasional sepanjang 2025 tak menyurutkan kinerja PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. Di tengah tekanan pasar, perusahaan justru mencatatkan capaian positif melalui strategi transformasi dan efisiensi yang konsisten.
Berdasarkan data Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (ASPERSSI), volume produksi semen nasional pada 2025 turun sekitar 4,5 persen dari 67,8 juta ton menjadi 64,7 juta ton. Penjualan semen domestik juga mengalami penurunan sekitar 1,5 persen.
Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Rizki Kresno Edhie Hambali, mengatakan tahun 2025 menjadi momentum penting bagi perseroan untuk melakukan transformasi bersama induk usaha, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, guna memperkuat ketahanan di tengah tekanan industri.
Kondisi ini dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat, tingginya curah hujan yang menghambat aktivitas konstruksi, serta perlambatan sejumlah proyek infrastruktur. Selain itu, industri semen nasional masih dibayangi kelebihan kapasitas produksi yang memperketat persaingan di pasar domestik.
Menurutnya, strategi transformasi difokuskan pada optimalisasi operational excellence, penguatan pengelolaan pemasaran dan penjualan, serta efisiensi biaya di berbagai lini untuk menjaga fundamental bisnis dan profitabilitas perusahaan.
Lanjutnya melalui strategi tersebut, Solusi Bangun Indonesia berhasil mencatatkan volume penjualan semen dan terak sebesar 12,1 juta ton dengan pendapatan mencapai Rp10,7 triliun. Beban pokok pendapatan tercatat Rp8,32 triliun, EBITDA sebesar Rp1,87 triliun, serta laba periode berjalan mencapai Rp659 miliar.
“Pada aspek operational excellence, kami meningkatkan efisiensi produksi, optimalisasi energi, dan penggunaan bahan bakar alternatif. Sementara itu, pengelolaan pemasaran difokuskan pada penguatan merek dan distribusi di wilayah dengan marjin tinggi,” kata Rizki Kresno dalam keterangan pers yang diterima oleh RRI Purwokerto Rabu ( 1/4/2026).
Ia menambahkan, program efisiensi yang dijalankan secara disiplin turut menurunkan beban keuangan hingga 34,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Langkah ini didukung oleh penguatan struktur permodalan dan percepatan pembayaran pinjaman, sehingga menjaga kesehatan neraca dan likuiditas perusahaan.
Ke depan, menurutnya Solusi Bangun Indonesia optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan melalui berbagai inisiatif strategis dan inovasi. Salah satunya adalah pengembangan dermaga dan fasilitas produksi untuk ekspor semen di Tuban, Jawa Timur, yang merupakan bagian dari kerja sama dengan Taiheiyo Cement Corporation.
Fasilitas ekspor tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026 dengan kapasitas 500 ribu hingga 1 juta ton semen per tahun. Selain itu, kerja sama dengan Taiheiyo juga mencakup pengembangan bisnis soil stabilization untuk menjawab kebutuhan industri konstruksi sekaligus membuka peluang pasar baru..
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....