Solusi Bangun Indonesia Catat Laba Melonjak 111,3%
- 02 Mei 2026 14:23 WIB
- Purwokerto
RRI.CO. ID, Cilacap - PT Solusi Bangun Indonesia Tbk mencatat kinerja keuangan yang impresif pada kuartal I tahun 2026 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp101,89 miliar. Capaian ini melonjak 111,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar Rp48,22 miliar.
Kenaikan signifikan tersebut terjadi di tengah industri semen nasional, yang mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Meski tingkat utilisasi masih berada di level 53,9 persen dari total kapasitas industri sebesar 124 juta ton.
Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Rizki Kresno Edhie Hambali, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil konsistensi strategi transformasi perusahaan. Sehingga adanya pertumbuhan dan profitabilitas di tengah dinamika industri.
“Pertumbuhan kinerja pada kuartal I 2026 menjadi awal yang baik bagi Solusi Bangun Indonesia dalam menjaga momentum bisnis. Kami akan terus fokus pada pertumbuhan yang sehat, efisiensi operasional, serta inovasi untuk menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya dalam keterangan pers Sabtu (2/5/2026).
Dari keterangan pers yang diterima oleh RRI Purwokerto, Rizki juga menyebut dari sisi operasional, perusahaan berhasil mencatat volume penjualan semen sebesar 2,92 juta ton. Angka ini naik 1,4 persen secara tahunan.
Kinerja tersebut turut mendorong pendapatan perusahaan menjadi Rp2,56 triliun atau tumbuh 3,6 persen year on year (YoY). Sementara itu, EBITDA juga meningkat 14,3 persen menjadi Rp358 miliar.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan efisiensi biaya, disiplin pengelolaan operasional, serta penerapan operational excellence di seluruh lini produksi. Perusahaan juga terus memperkuat upaya keberlanjutan melalui optimalisasi penggunaan bahan bakar alternatif.
Sejumlah pabrik Solusi Bangun Indonesia juga meraih sertifikasi Green Label, di antaranya predikat Platinum untuk pabrik Lhoknga (Aceh), Narogong (Jawa Barat), dan Cilacap (Jawa Tengah), serta predikat Gold untuk pabrik Tuban (Jawa Timur).
Di sisi prospek bisnis, Asosiasi Semen Indonesia memproyeksikan pertumbuhan penjualan semen domestik sebesar 1–2 persen pada 2026. Momentum ini dimanfaatkan perusahaan untuk melanjutkan tren pertumbuhan melalui optimalisasi pemasaran, efisiensi operasional, dan ekspansi pasar.
Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah pengembangan fasilitas dermaga dan produksi di Tuban, Jawa Timur, yang akan mendukung ekspor ke pasar Amerika Serikat. Langkah ini diharapkan dapat membuka pasar baru sekaligus meningkatkan utilisasi pabrik dan menciptakan sumber pendapatan tambahan.
“Ini adalah langkah progresif yang tidak hanya memperluas pasar dan meningkatkan utilitas, tetapi juga memperkuat daya saing global perusahaan dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan,” tambah Rizki.
Selain itu, pada 2026 perusahaan juga terlibat dalam sejumlah proyek strategis nasional, termasuk perbaikan Jalan Tol Pejagan–Pemalang. Dengan teknologi beton fast track yang mempercepat waktu pengerjaan hanya dalam tiga hari, serta pembangunan pabrik perakitan kendaraan listrik terbesar di Asia Tenggara di Subang, Jawa Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....