UMP Tingkatkan Kapasitas Pengajar BIPA untuk Internasionalisasi Kampus
- 02 Feb 2026 22:13 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melalui Biro Kerja Sama dan Urusan Internasional (BKUI) menyelenggarakan Pelatihan dan Penguatan Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) pada 26–27 Januari 2026. Kegiatan berbentuk workshop ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pengajar BIPA sekaligus memperkuat peran UMP dalam mendorong internasionalisasi kampus.
Workshop menghadirkan narasumber dari unsur birokrasi dan praktisi pengajar BIPA. Direktur SEAMEO QITEP in Language, Dr. Brian Arieska Pranata, memaparkan arah kebijakan terkait program BIPA. Ketua APPBIPA Jawa Tengah, Dr. Wati Istanti, M.Pd., mengulas karakter pemelajar asing dari berbagai negara beserta pendekatan pengajarannya.
Pada hari kedua, Assoc. Prof. Santhy Hawanti, Ph.D., yang merintis program BIPA di UMP, memaparkan perkembangan BIPA di kampus tersebut sekaligus memandu praktik mengajar bagi peserta.
Kegiatan ini diikuti para ketua program studi yang memiliki mahasiswa asing, pengajar BIPA, instruktur LDC, serta dosen dari berbagai program studi di lingkungan UMP. Peserta mendapatkan pembekalan materi dan metode terbaru dalam pengajaran Bahasa Indonesia bagi penutur asing untuk meningkatkan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.
Baca juga: UMP Hadirkan Mahasiswa Internasional di Kelas Bilingual
Kepala BKUI UMP, Condro Nur Alim, Ph.D., menyebut pelatihan tersebut sebagai langkah strategis dalam menyiapkan tenaga pengajar BIPA yang andal.
“Melalui workshop ini, kami ingin para pengajar BIPA memiliki kompetensi yang kuat, mampu meningkatkan proses pembelajaran, menggunakan metode paling mutakhir, serta melibatkan seluruh Program Studi di UMP,” ujarnya.
Ia menambahkan, ke depan seluruh program studi di UMP diarahkan menerima mahasiswa asing, sehingga diperlukan pengajar BIPA yang siap mendampingi proses akademik mereka.
Senada dengan itu, Kepala Bagian Program BIPA UMP, Titik Wahyuningsih, S.S., M.Hum., menegaskan keberlanjutan program BIPA menjadi tanggung jawab bersama sivitas akademika. Menurutnya, mahasiswa asing diharapkan tidak hanya mampu berbahasa Indonesia, tetapi juga memahami konteks serta penggunaannya.
Baca juga: Sebelas Mahasiswa UMP Ikuti Program SEA Teacher Outbound
“Kami ingin memberikan wawasan bahwa keberlanjutan program ini adalah tanggung jawab kita semua, agar mahasiswa asing dapat terbantu secara optimal melalui Program BIPA,” tuturnya.
Melalui pelatihan ini, UMP menegaskan komitmen untuk meningkatkan layanan akademik bagi mahasiswa internasional dan memperluas peran Bahasa Indonesia di tingkat global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....