UMP–UMC Selenggarakan Seminar Nasional Pendidikan Karakter SD
- 26 Jan 2026 11:34 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) bersama Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) menggelar Seminar Nasional bertajuk Internalisasi Nilai Budaya dan Karakter Melalui Pembelajaran Mendalam di Sekolah Dasar. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan disambut antusias oleh para peserta.
Seminar tersebut secara resmi dibuka oleh Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso, serta dihadiri oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Cirebon, Arif Nurudin, S.T., M.T. Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi pendidik, akademisi, dan pemerhati pendidikan dasar untuk membahas penguatan nilai budaya dan karakter dalam penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) di sekolah dasar sebagai respons terhadap tantangan pendidikan saat ini.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Jebul Suroso menegaskan kuatnya ikatan persaudaraan antar perguruan tinggi Muhammadiyah. Menurutnya, UMP dan UMC merupakan bagian dari keluarga besar Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang harus terus saling mendukung dan menguatkan.
Ia juga mengapresiasi perkembangan Universitas Muhammadiyah Cirebon yang dinilai memiliki fasilitas unggulan serta pertumbuhan jumlah mahasiswa yang pesat. Prof. Jebul berharap seluruh perguruan tinggi di bawah Persyarikatan Muhammadiyah dapat terus tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.
Baca juga: UMP Hadirkan Mahasiswa Internasional di Kelas Bilingual
“UMP dan UMC ini saling bersaudara. UMC adalah salah satu PTMA terbaik yang memiliki fasilitas unggulan seperti hotel dan rumah sakit, serta pertumbuhan mahasiswa yang sangat pesat. Mudah-mudahan seluruh perguruan tinggi di bawah Persyarikatan Muhammadiyah dapat terus bertumbuh dan berkembang secara signifikan,” ujar Prof. Jebul dalam keterangan yang diterima RRI, Senin (26/1/2026).
Lebih lanjut, Prof. Jebul menyoroti tantangan utama dunia pendidikan saat ini, yakni masih adanya kesenjangan antara materi yang dipelajari di bangku pendidikan dengan kebutuhan nyata di dunia kerja dan masyarakat. Menurutnya, pendidik dituntut untuk mampu membangun relevansi agar proses pembelajaran benar-benar bermakna.
“Problem kita hari ini adalah irrelevansi, yaitu tidak match antara apa yang dipelajari dengan apa yang dibutuhkan. Oleh karena itu, kami selaku pendidik harus pintar-pintar dalam mencari dan membangun relevansi agar pembelajaran benar-benar bermakna,” ucapnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Cirebon, Arif Nurudin, menyampaikan apresiasi atas undangan dan penyelenggaraan seminar nasional tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi terjalinnya kerja sama yang berkelanjutan antara UMC dan UMP, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Terima kasih atas sambutan hangat dari UMP. Semoga ke depan UMC dan UMP dapat terus berkolaborasi dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” tuturnya.
Baca juga: Tim Mahasiswa UMP Juara Lomba Video Kesehatan Nasional
Ketua Program Studi PGSD UMP, Aji Heru Muslim, M.Pd., turut menyampaikan penghargaan atas terjalinnya kolaborasi yang konstruktif antara PGSD UMP dan Universitas Muhammadiyah Cirebon. Menurutnya, kerja sama tersebut telah diwujudkan melalui berbagai kegiatan strategis, termasuk pelaksanaan seminar nasional ini.
Ia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan memperkuat peran pendidik dalam menanamkan nilai-nilai budaya lokal dan karakter peserta didik secara bermakna, kontekstual, dan berkelanjutan dalam proses pembelajaran di sekolah dasar.
Aji Heru Muslim menambahkan, ke depan kedua institusi juga merencanakan kerja sama lanjutan, seperti pelaksanaan seminar internasional, rekognisi atau pertukaran dosen, serta kolaborasi penelitian bersama. Melalui kolaborasi ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi, pengembangan kompetensi dosen, serta penguatan mutu pendidikan dasar.
"Melalui kerja sama ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif yang nyata dan berkelanjutan dalam peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi, pengembangan kompetensi dosen, serta penguatan mutu pendidikan dasar," kata Aji.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....