Penataan SOTK Banyumas Dorong Birokrasi Lebih Lincah

  • 01 Jan 2026 22:06 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas: Pemerintah Kabupaten Banyumas menegaskan arah baru kerja birokrasi melalui penataan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang menuntut aparatur bergerak lebih cepat, kolaboratif, dan responsif. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono saat melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Pejabat Administrasi di Pendopo Si Panji Purwokerto, Kamis (1/1/2026).

Menurut Sadewo, perubahan struktur organisasi tidak akan bermakna apabila tidak diikuti pergeseran cara berpikir dan cara bekerja aparatur. Penataan SOTK, kata dia, telah disusun berdasarkan regulasi, kebutuhan organisasi, serta dinamika pelayanan publik yang terus berkembang.

"Penataan organisasi ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan ikhtiar bersama untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan efisien. Tujuan akhirnya jelas, yakni peningkatan kualitas pelayanan publik dan percepatan pembangunan daerah,” kata Sadewo.

Ia menekankan bahwa setiap jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan integritas dan tanggung jawab. Karena itu, para pejabat yang baru dilantik diminta tidak berlama-lama beradaptasi dan segera membangun ritme kerja baru yang lebih cepat serta meninggalkan pola lama yang berbelit.

Baca juga: Banyumas Tata Ulang SOTK, 159 Pejabat Dilantik

"Jadilah peminpin yang lincah agar organisasi mampu merespons persoalan dengan cepat dan progresif dalam mengejar target pembangunan dengan berkolaborasi total dan menghapus sekat-sekat ekosektoral antarperangkat daerah sehingga pembangunan berjalan dalam satu irama yang saling melengkapi," ucapnya.

Sadewo menambahkan, perubahan pola kerja birokrasi tersebut menjadi prasyarat utama dalam mengawal program strategis Bupati dan Wakil Bupati Banyumas. Seluruh perangkat daerah diminta menjadikan program tersebut sebagai arah utama dalam penyusunan kebijakan dan pelaksanaan kegiatan.

"Seluruh perangkat daerah diwajibkan menjadikan program strategis tersebut sebagai kompas dalam merumuskan kebijakan dan melaksanakan kegiatan," tutur Sadewo.

Selain menuntut kepemimpinan yang adaptif di level pimpinan tinggi, Sadewo juga menaruh harapan besar pada pejabat administrasi sebagai penggerak operasional organisasi agar setiap program berjalan sesuai perencanaan dan berorientasi hasil.

Baca juga: Tahun Baru, Koridor 4 Trans Banyumas Resmi Beroperasi

Sementara, Kepala BKPSDM Kabupaten Banyumas Eko Prijanto menyampaikan, pelantikan kali ini melibatkan 159 pejabat dari berbagai jenjang jabatan. Sebagian besar merupakan pejabat lama yang mendapatkan penugasan baru seiring perubahan SOTK, disertai rotasi dan promosi.

Dalam penataan tersebut, jabatan Kepala Badan Pendapatan Daerah kini diisi oleh Sugeng Amin, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Satpol PP. Selain itu, terdapat penyesuaian kelembagaan berupa penggabungan Dinas Kesehatan secara administratif dengan RSUD Ajibarang dan RSUD Banyumas, tanpa mengubah eselonisasi. Sementara Kepala DPPKBP3A Krisianto dipercaya menjabat sebagai Kasatpol PP Banyumas menggantikan Sugeng Amin.

Namun, hingga kini masih terdapat kekosongan jabatan Kepala Dinas Sosial. Menurut Eko, pemerintah daerah masih mengkaji mekanisme pengisian jabatan tersebut.

“Bapak Bupati nantinya akan mempertimbangkan apakah akan dilakukan seleksi terbuka atau melalui mekanisme mutasi terlebih dahulu,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....