Wujudkan Smart City, Bupati Banyumas Dorong Integrasi Aplikasi
- 19 Des 2025 09:35 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas: Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan pentingnya penyederhanaan pengelolaan aplikasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas. Ia mendorong setiap perangkat daerah untuk memiliki satu aplikasi utama yang benar-benar digunakan secara optimal, memiliki fungsi kuat, serta terintegrasi dengan sistem lainnya.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Penguatan Smart City Kabupaten Banyumas bertema Evaluasi Aplikasi yang digelar pada Kamis (18/12/2025) di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika Banyumas, dan dihadiri oleh para pejabat pengelola aplikasi dari seluruh organisasi perangkat daerah.
Sadewo menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Pemkab Banyumas terus mengembangkan berbagai aplikasi untuk mendukung administrasi pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat. Salah satu wujudnya adalah portal Banyumas Pas yang kini menjadi wadah bagi 54 aplikasi, baik yang dapat diakses publik maupun yang digunakan secara internal oleh pemerintah daerah.
| Baca juga: BPBD Banyumas Ajukan Status Siaga Kekeringan |
“Fakta ini menunjukkan kerja keras dan semangat inovasi kita bersama. Namun di sisi lain, kondisi ini juga menjadi pengingat bahwa smart city tidak semata-mata diukur dari banyaknya aplikasi yang dimiliki. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana aplikasi tersebut benar-benar digunakan, saling terhubung, mudah diakses, dan memberikan manfaat nyata,” kata Sadewo.
Baca juga: Tingkatkan PAD, Banyumas Optimalkan PKB dan Opsen PKB
Melalui rapat koordinasi tersebut, Bupati mengajak seluruh pihak untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aplikasi-aplikasi yang telah dikembangkan selama ini.
"Evaluasi ini penting agar dapat mengetahui aplikasi yang efektif dan berdampak, yang masih perlu diperkuat, serta mana yang justru tumpang tindih atau belum dimanfaatkan secara optimal," tuturnya.
Sadewo menambahkan, seluruh proses pengembangan maupun evaluasi aplikasi harus bermuara pada tujuan utama, yakni menghadirkan layanan publik yang lebih sederhana, cepat, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Banyumas, Budi Nugroho, menyampaikan bahwa Kabupaten Banyumas terpilih sebagai salah satu pilot project Gerakan Menuju 100 Smart City Kabupaten/Kota sejak tahun 2019. Saat ini, program tersebut telah memasuki tahap penyusunan masterplan Smart City Kabupaten Banyumas tahun 2025–2029.
Baca juga: Banyumas Perkuat Sinergi Lintas Sektor Hadapi Nataru 2025/2026
Ia menjelaskan bahwa konsep smart city tidak hanya berorientasi pada penggunaan teknologi semata, melainkan pada pemanfaatan teknologi sebagai solusi atas persoalan nyata. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas layanan publik, mempercepat proses birokrasi, mendukung pengambilan keputusan berbasis data, serta mendorong efisiensi anggaran melalui integrasi dan konsolidasi sistem.
"Sejalan dalam mewujudkan smart city terutama pada dimensi smart governance, Dinkominfo Banyumas telah melakukan desk kepada seluruh perangkat daerah, untuk mengevaluasi dan meninjau kembali aplikasi-aplikasi yang telah dikembangkan. Dari hasil tersebut kami akan melakukan tindaklanjut terhadap aplikasi yang dinilai tidak berjalan optimal,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....