Dorong Budaya Baca di Banyumas, Wabup Buka Festival Literasi 2026

  • 15 Sep 2026 16:19 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti membuka Festival Literasi Banyumas 2026, Senin (14/9/2026). Kegiatan tersebut mendorong budaya baca sekaligus meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat Banyumas.

Festival Literasi Banyumas 2026 mengusung tema “Literasi untuk Negeri: Mengisi Kemerdekaan dengan Cinta Buku dan Perpustakaan”. Kegiatan berlangsung di Halaman Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah atau Dinarpusda Banyumas.

Wabup Dwi Asih Lintarti menilai literasi menjadi benteng masyarakat dalam menyaring informasi. Menurutnya, masyarakat perlu mampu memilih informasi benar di tengah derasnya disinformasi digital.

“Tantangan kita adalah bagaimana memilih informasi yang benar dan memahami dengan baik,” ujar Lintarti. Ia mengingatkan masyarakat tidak mudah mempercayai informasi sebelum mengetahui kebenarannya.

Lintarti berharap semangat literasi terus tumbuh di Banyumas. Menurutnya, budaya literasi dapat mendorong lahirnya generasi yang berani bermimpi dan berkarya.

Ia mengajak masyarakat menjadikan literasi sebagai bagian kehidupan sehari-hari. Kebiasaan membaca, mengajak anak membaca, dan menulis gagasan dinilai dapat membangun budaya belajar.

Sementara itu, Kepala Dinarpusda Banyumas Agus Anggraito mengatakan festival berlangsung selama tiga hari. Kegiatan digelar pada 14 hingga 16 September 2026 dengan berbagai agenda literasi.

Festival menghadirkan pameran buku dan stan pegiat literasi dari berbagai pihak. Pengunjung juga dapat mengikuti pemutaran film, penampilan seni, serta pemberian penghargaan lomba literasi.

Rangkaian kegiatan turut menghadirkan bedah buku dan gelar bicara atau talkshow. Topiknya meliputi parenting, public speaking, literasi digital, hingga penanganan bullying di era digital.

Dinarpusda juga meluncurkan program 1.000 Titik Perpustakaan Digital atau Tugu Baca. Program tersebut merupakan hasil sinergi dan dukungan berbagai pemangku kepentingan.

“Program ini direalisasikan tanpa menggunakan APBD,” ungkap Agus. Program tersebut mendapat dukungan Bank Indonesia, Telkom, Universitas Terbuka, Bank Jateng, dan mitra lainnya.

Perpustakaan digital akan ditempatkan pada berbagai titik keramaian masyarakat. Layanan tersebut menyediakan ribuan buku digital serta beragam konten edukatif lainnya.

Festival Literasi Banyumas diharapkan semakin memasyarakatkan gerakan membaca, menulis, dan mengunjungi perpustakaan. Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menanamkan semangat kebangsaan dan cinta tanah air.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....