Mahasiswa Pascasarjana UMP Pelajari Penerapan DDR di Malaysia

  • 11 Des 2025 16:29 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas: Design and Development Research (DDR) merupakan metode penelitian yang banyak digunakan dalam bidang pendidikan, teknologi pembelajaran, dan desain instruksional. Pendekatan ini berfokus pada pengembangan produk, protokol, atau proses yang valid, praktis, dan efektif.

Topik tersebut menjadi bahasan utama dalam Kuliah Tamu di Inti International University, Nilai, Malaysia, Jumat (5/12/2025). Kegiatan ini diikuti mahasiswa Pascasarjana Inti International University serta peserta RPL Magister Pendidikan Dasar Pascasarjana UMP Angkatan 2025–2026.

Ketua Program Studi Magister Pendidikan Dasar Pascasarjana UMP sekaligus narasumber, Assoc. Prof. Dr. Subuh Anggoro, M.Pd., menyampaikan ketertarikannya menerapkan DDR dalam penelitian. Ia menjelaskan bahwa DDR tidak hanya menghasilkan produk, seperti media pembelajaran, kurikulum, aplikasi, atau model, tetapi juga menguji serta merefleksikan proses pengembangannya untuk memperoleh pengetahuan ilmiah.

Baca juga: Juara Lomba Mendongeng Nasional Diarak Keliling Kota Purwokerto

Subuh menambahkan, DDR relevan digunakan ketika terdapat masalah praktis yang membutuhkan solusi berbentuk produk atau prosedur. Misalnya, kekurangan media pembelajaran interaktif, rendahnya keterampilan praktik siswa, atau kebutuhan akan model pelatihan baru.

DDR juga tepat diterapkan ketika proses pengembangan harus berbasis riset, bukan sekadar membuat produk yang fungsional. Contohnya, dalam merancang game edukasi yang tidak hanya berfungsi dengan baik, tetapi juga mengikuti prinsip psikologi pembelajaran.

“Gunakankanlah DDR jika Anda ingin menghasilkan pedoman desain atau prinsip teoritis yang dapat diterapkan pada konteks lain. Contohnya, saat merumuskan prinsip desain antarmuka untuk pembelajaran daring yang efektif, gunakan DDR,” ujar Subuh dalam keterangan yang diterima RRI, Rabu (10/12/2025).

Baca juga: Mahasiswa Pascasarjana UMP Ikuti Kolokium Internasional di Malaysia

Dalam praktiknya, DDR dapat memanfaatkan studi literatur untuk merumuskan model, melakukan uji coba pada proyek nyata, mengevaluasi melalui studi kasus atau penilaian ahli, hingga melakukan revisi berdasarkan temuan penelitian.

Menurut Subuh, DDR memiliki beberapa karakteristik utama: bersifat pragmatis karena menawarkan solusi praktis; iteratif melalui siklus desain, uji, dan revisi berulang; berbasis teori meski fokus pada aplikasi; kontekstual sesuai lingkungan penggunaan; serta generatif karena menghasilkan prinsip desain yang dapat ditransfer ke berbagai situasi.

Metode ini cocok bagi peneliti sekaligus pengembang di bidang pendidikan, teknologi pembelajaran, dan desain instruksional yang ingin menghasilkan karya berbasis riset yang kuat dan berdampak luas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....