Pascasarjana UIN Saizu Perkuat Tata Kelola dan Riset di Padang

  • 14 Agt 2026 15:57 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas – Pascasarjana Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto memperkuat tata kelola kelembagaan sekaligus jejaring akademik melalui keikutsertaan dalam Forum Direktur Pascasarjana Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri se-Indonesia (FORDIPAS PTKIN) dan The 6th International Conference on Islam, Law, and Society (INCOILS VI). Kedua agenda tersebut berlangsung pada 6 hingga 8 Agustus 2026 di Padang, Sumatera Barat.

Delegasi Pascasarjana UIN Saizu terdiri atas Direktur Pascasarjana Prof. Moh. Roqib, Ketua Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam Dr. Moh. Hanif, Ketua Program Studi Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam Prof. Khusnul Khotimah, serta Sekretaris Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Dr. Fahri Hidayat.

Direktur Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto, Prof. Moh. Roqib, mengatakan FORDIPAS menjadi forum strategis untuk membahas perkembangan dan tantangan pengelolaan pendidikan pascasarjana. Forum tersebut juga menjadi ruang pertukaran pengalaman antarlembaga sekaligus perumusan strategi pengembangan Pascasarjana PTKIN.

"Forum tersebut menjadi ruang pertukaran pengalaman antarlembaga, pembahasan persoalan kelembagaan, serta perumusan strategi pengembangan Pascasarjana PTKIN agar semakin adaptif terhadap perubahan kebijakan dan perkembangan pendidikan tinggi," kata Roqib.

Sejumlah aspek dibahas dalam forum tersebut, mulai dari tata kelola kelembagaan, peningkatan mutu akademik, pengembangan program studi, penelitian, publikasi ilmiah hingga penguatan sumber daya manusia. Perubahan regulasi pendidikan tinggi juga menjadi perhatian agar pengelolaan program pascasarjana dapat terus menyesuaikan dengan kebutuhan pendidikan tinggi.

Selain memperkuat tata kelola, keikutsertaan Pascasarjana UIN Saizu juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas riset dan publikasi melalui INCOILS VI. Konferensi internasional tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi untuk membahas berbagai persoalan aktual terkait Islam, hukum, dan masyarakat.

Dalam konferensi tersebut, Dr. Moh. Hanif mempresentasikan artikel berjudul "Sociology of Educational Institutions: Hidden Curriculum, Religious Discipline, and Social Reproduction in Salafy Islamic Boarding". Penelitian yang dilakukan bersama Prof. Moh. Roqib dan Ismawati tersebut mengkaji dinamika lembaga pendidikan Islam melalui perspektif sosiologis, khususnya terkait kurikulum tersembunyi, disiplin keagamaan, dan reproduksi sosial di lingkungan pesantren Salafi.

Partisipasi tersebut juga membuahkan penghargaan bagi Dr. Moh. Hanif yang meraih Best Paper pada INCOILS VI melalui karya ilmiah yang dipresentasikan dalam klaster Education. Capaian tersebut dinilai memperkuat kontribusi akademik dosen Pascasarjana UIN Saizu dalam forum ilmiah internasional.

Sementara itu, Prof. Khusnul Khotimah turut mempresentasikan penelitian kolaboratif bersama mahasiswa Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam, Untung Famuji. Penelitian berjudul "Dekonstruksi Otoritas dan Erosi Akuntabilitas Dakwah Berbasis AI: Studi Kasus nia.najar_s" tersebut membahas perkembangan kecerdasan buatan dalam ruang dakwah digital, termasuk perubahan otoritas keagamaan, akuntabilitas, serta penggunaan teknologi AI dalam produksi dan distribusi konten dakwah.

Keterlibatan Pascasarjana UIN Saizu dalam FORDIPAS dan INCOILS VI menunjukkan upaya penguatan kelembagaan yang berjalan beriringan dengan peningkatan produktivitas akademik. Jejaring, kolaborasi riset, publikasi, serta pengembangan sumber daya manusia diharapkan terus diperkuat untuk membangun pendidikan pascasarjana yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....