Pertunjukan Ebeg Banyumasan di RRI Fest 2026 Berlangsung Meriah
- 06 Sep 2026 15:08 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Gelaran RRI Fest 2026 menjadi panggung hangat yang mempertemukan antusiasme masyarakat dengan dedikasi para seniman lokal dalam merawat tradisi Ebeg Banyumasan. Pertunjukan kesenian tradisional ini tidak hanya menyedot perhatian ribuan pasang mata, tetapi juga membuktikan bahwa daya pikat Ebeg tak pernah pudar melintasi generasi.
Tingginya daya tarik kesenian ini dirasakan langsung oleh Vera, salah seorang penonton yang sengaja hadir untuk menyaksikan penampilan Ebeg secara langsung. Rasa penasarannya muncul setelah sebelumnya pernah menonton pertunjukan serupa di wilayah Pemalang.
"Kebetulan sebelumnya sempat nonton Ebeg di Pemalang. Pas tahu di RRI Fest ada Ebeg, aku langsung merasa harus nonton karena pengin tahu Ebeg khas Banyumas itu seperti apa," ujar Vera
Menurut Vera, pertunjukan Ebeg pada RRI Fest 2026 disajikan secara sangat rapi dan proper. Detail tata rias, kostum berkarakter, serta kekompakan gerakan para penari putra dan putri menjadi penanda bahwa kesenian ini digarap dengan serius. Antusiasme warga pun terlihat masif, penonton bertahan di arena dari awal hingga akhir, bahkan banyak warga yang menonton dari luar area gerbang.
Sisi lain dari panggung pertunjukan menyimpan cerita dedikasi para pemainnya. Pangat, salah seorang seniman Ebeg senior yang telah melakoni profesi ini sejak tahun 2002, menceritakan perjalanan panjangnya selama 24 tahun menjaga warisan leluhur. Berawal dari hobi menari, ia tergerak untuk nguri-uri (melestarikan) budaya Jawa Tengah di saat Ebeg dahulu masih sempat dipandang sebelah mata.
Mengenai persiapan tampil di RRI Fest 2026, Pangat mengungkapkan bahwa timnya tidak memerlukan latihan khusus secara mendadak. Jam terbang yang tinggi serta kekompakan yang terbentuk dari panggung ke panggung membuat koordinasi antar-pemain berjalan alami.
Di tengah pesatnya pertumbuhan kelompok Ebeg di Banyumas saat ini, Pangat menekankan pentingnya profesionalisme bagi para generasi penerus. "Tantangan utama saat ini bukan lagi soal seberapa banyak grup yang ada, melainkan bagaimana menjaga kedisiplinan dan rasa tanggung jawab saat menerima kepercayaan untuk tampil," katanya.
Perpaduan antara penampilan yang apik dari para seniman dan apresiasi yang luar biasa dari penonton menjadi angin segar bagi masa depan Ebeg Banyumasan. Baik penonton maupun pelaku seni memiliki harapan yang sama agar kebudayaan ini terus dijaga, dipelajari oleh remaja, dan tetap lestari hingga berpuluh-puluh tahun yang akan datang. (Fahira Dinda)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....