Lengger Bicara 2026 Siap Digelar, Usung Semangat “Gemah Ripah Loh Jinawi” dan Target 5.
- 20 Jun 2026 10:31 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Event budaya tahunan Lengger Bicara 2026 kembali dipersiapkan sebagai ruang pelestarian seni tradisi Banyumasan dengan pendekatan yang lebih modern dan dekat dengan generasi muda. Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, panitia menargetkan keterlibatan ribuan penari lengger serta kolaborasi lintas seni untuk memperkuat eksistensi budaya khas Banyumas.
Ketua Panitia Lengger Bicara 2026, R. Satria Setia Nugraha, mengatakan penyelenggaraan tahun ini merupakan kelanjutan dari capaian dua tahun sebelumnya yang dinilai berhasil mengangkat kesenian tradisional Banyumas hingga dikenal luas.
Pada tahun 2024, Lengger Bicara sempat mencuri perhatian publik setelah berhasil memecahkan rekor dunia MURI melalui pertunjukan 10.245 penari lengger yang menari bersama di GOR Satria Purwokerto. Sementara pada 2025, event tersebut kembali mendapat apresiasi melalui penghargaan sebagai salah satu pertunjukan tradisi termegah di Kabupaten Banyumas.
“Di tahun 2026 ini kami ingin tetap menjaga eksistensi bahwa seni tradisi itu tidak melulu dianggap membosankan, tetapi bisa dinikmati di era masa kini, terutama oleh generasi milenial, Gen Z hingga Alpha,” ujar Satria.
Menurutnya, Lengger Bicara tidak hanya menghadirkan pertunjukan tari tradisional, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai unsur seni lain. Seperti halnya musik modern, orkestra, gamelan, hingga keterlibatan artis nasional maupun seniman lokal yang telah dikenal di tingkat nasional.
Satria menegaskan, ke depan Lengger diharapkan menjadi lokomotif kesenian tradisional Banyumas yang mampu membawa budaya lokal semakin dikenal hingga tingkat dunia.
“Harapannya Lengger menjadi penggerak kesenian Banyumasan yang bisa membawa seluruh potensi budaya di Banyumas mendunia,” katanya.
Untuk penyelenggaraan tahun ini, panitia mengusung tema besar “Gemah Ripah Loh Jinawi”. Tema tersebut dipilih sebagai pengingat bahwa Indonesia, termasuk Banyumas, memiliki kekayaan sumber daya alam dan budaya yang besar di tengah berbagai tantangan global.
Menurut Satria, pesan utama yang ingin disampaikan adalah masyarakat perlu kembali menyadari bahwa Banyumas memiliki potensi besar, baik dari sektor pertanian, budaya, maupun sumber daya lain yang dapat menjadi kekuatan bersama.

Dalam pelaksanaannya, Lengger Bicara 2026 menargetkan sekitar 5.000 penari lengger untuk tampil bersama dalam sebuah kirab dan pertunjukan massal. Meski tidak lagi mengejar pemecahan rekor seperti tahun 2024, jumlah tersebut diharapkan mampu membangkitkan semangat masyarakat untuk kembali mengingat nilai “Gemah Ripah Loh Jinawi”.
Selain pertunjukan massal, acara juga akan dimeriahkan dengan pertunjukan utama yang menggabungkan tari, musik, gamelan, orkestra, serta kolaborasi bersama artis nasional dan lokal. Panitia juga berharap maestro lengger Banyumas yang telah mendunia, Rianto, dapat turut terlibat dalam pertunjukan tersebut.
Tak hanya itu, panitia membuka peluang kolaborasi dengan sejumlah pihak, termasuk program televisi nasional, guna memperluas jangkauan promosi budaya Banyumas ke tingkat nasional. Meski optimistis, Satria mengakui penyelenggaraan event budaya berskala besar tidak lepas dari tantangan, terutama terkait pembiayaan dan pengelolaan sumber daya manusia.
“Event seperti ini tidak murah. Tantangan terbesar tentu soal anggaran dan sponsorship. Selain itu bagaimana mengakomodir ribuan penari, pemusik, serta seniman dari berbagai tingkatan juga menjadi pekerjaan besar,” katanya.
Karena itu, panitia berharap dukungan masyarakat, pemerintah, hingga generasi muda terus mengalir agar budaya Lengger tetap lestari dan mampu berkembang mengikuti zaman. Menurut Satria, keberlangsungan budaya bukan hanya berdampak pada sektor kesenian, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata di Kabupaten Banyumas.
“Kalau budaya ini terus lestari, dampaknya bukan hanya untuk seni, tetapi juga ekonomi dan pariwisata Banyumas. Ayo bersama-sama melestarikan budaya Banyumas, salah satunya lewat Lengger Bicara 2026,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....