Grebeg Sura Baturraden 2026 Meriah, Warga Berebut Gunungan Hasil Bumi

  • 12 Jul 2026 20:48 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas – Ribuan warga memadati kawasan Lokawisata Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (12/7/2026), untuk mengikuti puncak Grebeg Sura Baturraden 2026. Tradisi tahunan tersebut berlangsung meriah, mulai dari kirab gunungan hasil bumi, ritual adat, hingga prosesi rebut gunungan yang menjadi agenda paling dinantikan masyarakat.

Rangkaian acara diawali dengan kirab gunungan hasil bumi dari area Palawi Baturraden menuju Lokawisata Baturraden. Sebanyak 12 desa di Kecamatan Baturraden ambil bagian dalam kirab dengan membawa gunungan berisi sayuran, buah-buahan, umbi-umbian, dan berbagai hasil pertanian masyarakat lereng Gunung Slamet.

Sepanjang rute sekitar 1 kilometer, peserta kirab tampil mengenakan busana adat Banyumasan dan diiringi kesenian tradisional. Ribuan warga bersama wisatawan memadati sisi kanan dan kiri jalan untuk menyaksikan iring-iringan tersebut.

Ketua Paguyuban Masyarakat Pariwisata Baturraden (PMPB) Beno Suyitno, mengatakan Grebeg Sura tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-25. Menurutnya, tradisi tersebut merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil bumi sekaligus upaya melestarikan budaya Banyumas.

“Tradisi ini tetap lestari karena inisiatif dari masyarakat sendiri. Kami turun langsung ke masyarakat melalui kepala desa masing-masing untuk terus berpatisipasi dalam tradisi ini. Ini murni berangkat dari masyarakat sendiri,” ucap Beno kepada RRI.

Menurut Beno, antusiasme masyarakat terus meningkat dari tahun ke tahun. Selain sebagai upaya melestarikan tradisi leluhur, Grebeg Sura Baturraden juga menjadi daya tarik wisata yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Ya, tujuannya itu (menggerakkan ekonomi warga) karena sekarang sektor wisata sedang lesu. Dengan adanya acara ini, kunjungan wisata bisa meningkat. Sejak pagi sudah hadir wisatawan dari luar daerah,” ujar Beno.

Kirab budaya diikuti sekitar 1.000-2.000 orang. Salah seorang peserta kirab, Anita, mengatakan tradisi ini memiliki nilai penting untuk terus dilestarikan. Menurutnya, selain menjadi wujud syukur atas hasil bumi, Grebeg Sura juga menjadi sarana menjaga budaya Banyumas agar tetap dikenal oleh generasi penerus.

“Sudah dua kali ikut memeriahkan. Saya tertarik karena ini menjadi sarana untuk menguri-uri budaya setempat. Harapannya Grebeg Sura terus diadakan supaya Baturarden makin dikenal,” ucap warga Desa Pandak itu.

Setelah kirab tiba di Lokawisata Baturraden, rangkaian acara dilanjutkan dengan ritual dan doa bersama di Petilasan Baturraden, serta larung sesaji di Kali Gumawang. Puncak acara berlangsung saat masyarakat dipersilakan memperebutkan gunungan hasil bumi.

Dalam hitungan menit, gunungan yang berisi aneka hasil pertanian habis diperebutkan warga. Mereka tampak antusias mengambil sayuran, gabah, hingga jagung yang dipercaya membawa berkah.

Salah seorang warga yang mengikuti rebut gunungan, Utami, mengaku baru pertama kali datang ke Grebeg Sura Baturraden. Ia bersyukur dan berharap hasil bumi yang dibawanya pulang dapat membawa berkah bagi dirinya dan keluarga.

“Baru kali ini ikut. Ini dapat pare, kacang panjang, daun bawang, dan padi. Ya semoga berkah, selamat, sehat semuanya dan banyak rezekinya,” tutur waga Desa Kemutug Lor itu.

Usai prosesi rebut gunungan, kemeriahan Grebeg Sura Baturraden berlanjut dengan hiburan di kawasan Lokawisata Baturraden. Salah satu penampilan yang menarik perhatian pengunjung adalah tari lengger yang dibawakan oleh sejumlah warga negara Belgia serta atraksi barongsai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....