Cukur Rambut Anak Gimbal Jadi Tradisi Utama DCF 2026
- 25 Agt 2026 21:24 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banjarnegara - Dieng Culture Festival atau DCF 2026 kembali mengangkat tradisi lokal sebagai bagian utama penyelenggaraan festival. Tradisi cukur rambut anak gimbal menjadi acara utama yang membedakan DCF dari festival wisata lainnya.
DCF 2026 dijadwalkan berlangsung 28-29 Agustus 2026 di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Festival tersebut memadukan tradisi, alam, seni, dan keterlibatan masyarakat Dieng dalam satu rangkaian kegiatan.
Koordinator Umum DCF, Alif Faozi mengatakan, festival menjadi ruang perjumpaan berbagai unsur yang selama ini menjaga warisan budaya Dieng. Kegiatan tersebut juga melibatkan masyarakat, sivitas akademika, media, pemerintah, hingga pelaku usaha.
“Acara utama festival kami adalah ritual cukur rambut anak gimbal,” kata Alif Faozi.
Menurutnya, tradisi tersebut menjadi ruh penyelenggaraan DCF 2026. Pelestarian budaya tetap menjadi perhatian utama meski festival juga menghadirkan berbagai pertunjukan seni dan hiburan.
Salah satu rangkaian kegiatan yang disiapkan yakni Kongkow Budaya. Kegiatan tersebut menghadirkan budayawan Sabrang Mowo Damar Panuluh bersama sejumlah budayawan dan tokoh masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan musik Kiai Kanjeng di Venue Arjuna. Penyelenggara juga menyiapkan sejumlah pertunjukan musik lain bagi para peserta festival.
Alif mengatakan, penyelenggara sengaja tidak banyak mempublikasikan nama musisi atau artis yang akan tampil. Kehadiran sejumlah musisi tersebut diharapkan menjadi kejutan bagi wisatawan yang datang ke Dieng.
Tingginya minat wisatawan juga terlihat dari hunian dan penginapan di kawasan Dieng yang telah dipesan oleh ribuan wisatawan. Kondisi tersebut menunjukkan DCF tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga daya tarik wisata.
Melalui DCF 2026, tradisi cukur rambut anak gimbal diharapkan tetap menjadi bagian penting dari perkembangan pariwisata Dieng. Perpaduan budaya, seni, alam, dan keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan festival yang terus berkembang sebagai agenda budaya di kawasan Dieng.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....