Prosesi Ruwat Sukerta Ramaikan Kawasan Banyumas Kota Lama
- 19 Jul 2026 13:12 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Prosesi Ruwat Sukerta kembali digelar di kawasan Kota Lama Banyumas, Minggu (19/7/2026). Kegiatan ini menjadi rangkaian pelaksanaan Festival Banjoemas Kota Lama.
Prosesi budaya yang sarat makna ini diikuti sekitar 20 peserta dari berbagai usia dengan harapan membuang kesialan sekaligus memohon keselamatan, kesehatan, dan kebahagiaan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Ir. Junaidi, mengatakan Ruwat Sukerta merupakan salah satu tradisi masyarakat Jawa yang diwariskan secara turun-temurun sebagai bentuk ikhtiar spiritual bagi mereka yang dipercaya menyandang kategori sukerta.
"Ruwat Sukerta merupakan salah satu tradisi dalam kebudayaan Jawa yang ditujukan untuk membuang kesialan atau keburukan yang melekat pada seseorang. Harapannya setelah diruwat, mereka menjadi selamat, sehat, tenteram, dan bahagia," ujar Junaidi.
Menurutnya, peserta yang mengikuti prosesi ruwatan berasal dari berbagai kategori sukerta, seperti anak untang-anting (anak tunggal), kembang sepasang (dua anak perempuan), uger-uger lawang (dua anak laki-laki), kedana-kedini (dua anak laki-laki dan dua anak perempuan), serta kategori lainnya yang dikenal dalam tradisi masyarakat Jawa.
Junaidi menjelaskan, prosesi Ruwat Sukerta diawali dengan pengambilan air suci dari tujuh mata air yang telah dilaksanakan sebelumnya. Salah satu sumber air yang digunakan berasal dari Mata Air Kali Bening, kemudian dilanjutkan dari beberapa mata air lainnya sebagai bagian dari rangkaian ritual penyucian.
Setelah prosesi doa dan ruwatan selesai, peserta menjalani pemotongan rambut sebagai simbol membuang segala hal buruk yang diyakini melekat. Rambut tersebut kemudian dilarung ke Sungai Serayu sebagai penutup rangkaian ritual.
"Harapannya setelah diruwat, sukertanya hilang sehingga anak maupun peserta yang diruwat dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik, sehat, dan bahagia," katanya.
Ruwat Sukerta menjadi salah satu agenda budaya utama dalam Festival Banjoemas Kota Lama yang bertujuan melestarikan tradisi leluhur sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Banyumas kepada masyarakat dan wisatawan. Pemerintah Kabupaten Banyumas berharap kegiatan tersebut terus berkembang dan menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu mengangkat identitas daerah, serta memutar roda perekonomian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....