Budayawan Banyumas Nasirun Ajak Anak SD Kenal Babad Banyumas

  • 15 Agt 2026 10:25 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO. ID, Banyumas— Upaya mengenalkan sejarah dan jati diri Banyumas kepada generasi muda dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Budayawan Banyumas, Nassirun Purwokartun, mengajak siswa sekolah dasar mengenal kisah para leluhur Banyumas melalui dongeng dan nyanyian.

Kegiatan tersebut dikemas dalam “Pentas Dongeng Babad Banyumas” yang digelar di Bale Babad Banyumas, rumah budaya Nassirun Purwokartun, Jumat (14/8/2026). Acara berlangsung pukul 07.30 hingga 10.30 WIB dan diikuti siswa-siswi SD Mandirancan, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, didampingi guru masing-masing.

Suasana kegiatan berlangsung ceria. Anak-anak tidak hanya mendengarkan dongeng tentang leluhur Banyumas, tetapi juga diajak bernyanyi dan bertepuk tangan bersama. Cerita sejarah yang selama ini identik dengan naskah kuno dan bahasa yang sulit dipahami, dikemas menjadi pertunjukan ringan yang dekat dengan dunia anak-anak.

Salah satu lagu yang dinyanyikan berbunyi:

“Babad Banyumas kuwe

Babade awake dhewek

Ayuh kanca padha debukak

Padha dewaca ben bisa crita

Babad Banyumas kuwe

Crita Raden Baribin

Cerita Raden Katuhu

Cerita Jaka Kaiman...”

Nyanyian tersebut diselingi adegan-adegan dongeng yang ringan, sehingga anak-anak dapat mengenal tokoh-tokoh dalam Babad Banyumas tanpa merasa sedang mengikuti pelajaran sejarah.

Menghidupkan Kembali Naskah Kuno

Babad Banyumas merupakan salah satu sumber penting untuk mengenal sejarah masyarakat Banyumas. Namun, keberadaan naskah-naskah kuno tersebut selama ratusan tahun semakin jauh dari kehidupan masyarakat.

Salah satunya adalah Serat Babad Banyumas, yang ditulis pada masa Bupati Banyumas Adipati Mertadiredja I, sekitar 1816–1826. Naskah yang dahulu tersimpan di Dalem Pangeranan Banyumas, kediaman Bupati Banyumas Adipati Mertadiredja III, kemudian diterjemahkan oleh Nassirun Purwokartun.

Proses penerjemahan dilakukan pada 2019 dan kemudian diterbitkan pada 2020 dengan judul “Babad Banyumas Mertadiredjan”.

Naskah yang semula menggunakan huruf Jawa dan ditulis dalam bentuk tembang Macapat tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan disajikan dalam bentuk prosa. Dengan demikian, masyarakat yang tidak lagi mampu membaca huruf Jawa maupun memahami tembang Macapat dapat menikmati kisah sejarah Banyumas dengan lebih mudah.

Namun bagi Nassirun, menerjemahkan naskah kuno saja belum cukup. Ia juga menyadur kisah-kisah tersebut menjadi bacaan yang lebih dekat dengan anak-anak sekolah dasar.

Hasilnya adalah buku “Dongeng Banyumas” dan “Serial Bacaan Babad Banyumas”, yang terdiri dari 10 judul buku dan diluncurkan pada 2023.

“Saya ingin, sejak dini anak-anak Banyumas mengenal leluhurnya. Bukan hanya mengenal tokoh Bawor saja. Namun para leluhur yang bisa menjadi teladan kehidupan. Menjadi role model mereka ke depannya,” ujar Kang Nass, sapaan akrab Nassirun Purwokartun.

Menanamkan Keteladanan Leluhur

Menurut Kang Nass, pengenalan Babad Banyumas kepada anak-anak bukan semata-mata untuk membuat mereka mengetahui nama dan kisah tokoh masa lalu. Lebih dari itu, kisah para leluhur diharapkan dapat menjadi sumber nilai dan keteladanan.

“Saya berharap anak-anak Banyumas sejak dini mengenal kepribadian leluhurnya. Kepribadian yang bisa menjadi teladan mereka sebagai orang Banyumas,” katanya.

Ia mencontohkan sejumlah karakter yang dapat dipetik dari tokoh-tokoh dalam Babad Banyumas. Raden Baribin, misalnya, dapat menjadi teladan dalam hal berpikir positif. Raden Katuhu menggambarkan pentingnya memaksimalkan potensi diri, sedangkan Jaka Kaiman menjadi contoh tentang sikap bertanggung jawab.

Melalui dongeng, lagu, dan permainan suasana, nilai-nilai tersebut diperkenalkan secara sederhana kepada anak-anak.Kegiatan di Bale Babad Banyumas pun menjadi ruang untuk mempertemukan sejarah dengan dunia anak. Babad Banyumas tidak lagi sekadar dipandang sebagai naskah kuno yang tersimpan di masa lalu, tetapi dihidupkan kembali melalui cerita yang bisa didengar, dinyanyikan, dan dipahami generasi penerus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....